BAB
I
PENDAHULUAN
Oleh : Tiya Mariyana Amk S.Kep
A.
LATAR
BELAKANG
Perawatan kesehatan merupakan suatu
lapangan khusus di bidang kesehatan, dimana keterampilan hubungan antar manusia
serta keterampilan organisasi diterapkan dalam hubungan yang serasi dengan
keterampilan anggota profesi kesehatan lain dan tenaga social, demi memelihara
kesehatan masyarakat. Oleh karena itu,perawatan kesehatan masyarakat ditujukan
kepada individu.keluarga dan kelompok melalui upaya peningkatan kesehatan,
pemelihara kesehatan, penyuluhan kesehatan, koordinasi dan pelayanan
keperawatan berkelanjutan sebagai suatu pendekatan yang komprehensif. Selain
itu, masyarakat/ komunikasi dilibatkan secara aktif untuk mencapai tujuan
tersebut.
Dalam
pelaksanaannya, keperawatan kesehatan masyarakat ( nursing proses community )
di upayakan dekat dengan masyarakat, sehingga strategi pelayanan kesehatan yang
utama merupakan pendekatan yang juga menjadi acuan pelayanan kesehatan yang
akan diberikan. Artinya, upaya pelayanan atau asuhan
yang diberikan tersebut merupakan upaya yang esensial atau sangat dibutuhkan
oleh masyarakat/komunitas dan secara universal upaya tersebut mudah dijangkau.
Dengan demikian didalam keperawatan komunitas penggunaan teknologi tepat guna
saat di tekankan. Wujud aplikasi kegiatan nyatanya adalah seorang perawat
komunitas mampu melakukan rangsangan atau memotivasi masyarakat di wilayah
binaannya dengan memilih alat edukatif yang tersedia di wilayah tersebut.
Peran serta komunitas tersebut diartikan
sebagai suatu proses dimana individu, keluarga dan komunitas bertanggung jawab
atas kesehatannya sendiri dengan berperan sebagai pelaku kegiatan upaya
peningkatan kesehatannya berdasarkan asas kebersamaan dan kemandirian. Bantuan
diberikan oleh perawat komunitas karena ketidak mampuan, ketidak tahuan, dan ketidak
mauan masyarakat dalam mengenal masalah kesehatan serta dengan menggunakan
potensi lingkungan berusahamemandirikan masyarakat, sehingga pengembangan
wilayah setempat ( locality development ) merupakan bentuk pengorganisasian
yang paling tepat di gunakan. Di dalam praktek keperawatan komunitas,
pendekatan ikliah yang di gunakan adalah proses keperawatan komunitas yang
terdiri atas 4 tahap, pengkajian ( assessment ), perencanaan ( planning),
pelaksanaan ( implementation ) dan evaluasi ( evaluating ). Intervensi
keperawatan yang dilakukan haruslah yang dapat dilakukan oleh perawat, baik
secara mandiri maupun berkolaborasi dengan tim kesehatan yang lain melalui
lintas program dan lintas sektoral.
Namun, pada kenyataannya belum semuanya
tenaga keperawatan komunitas mampu memberikan pelayanan sesuai dengan konsep.
Hal ini dapat disebabkan oleh pemahaman perawat komunitas yang belum sama
mengenai konsep dasar keperawatan komunitas dan peranannya dalam keperawatan
komunitas.
Dalam upaya meningkatkan kemampuan bekerja
dengan individu, keluarga dan kelompok ditatanan peleyanan kesehatan komunitas
dengan menerapkan konsep kesehatan dan keperawatan komunitas, serta sebagai
salah satu upaya menyiapkan tenaga perawat professional dan mempunyai potensi
secara mandiri sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai, maka mahasiswa
Akademi Keperawatan STIKES Widya Husada Semarang melaksanakan Praktek Kerja
Nyata di RW V & VI kelurahan ngadirgo kecamatan mijen.
Pendekatan dilakukan dengan cara
pembentukan kelompok kerja kesehatan, kader kesehatan dan PKK serta
mendayagunakan kelompok karang taruna. Dengan pendekatan dari masing- masing
komponen diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih nyata kepada masyarakat.
Sedangkan pendekatan masyarakat sendiri dilakukan melalui kerjasama yang baik
dengan instansi terkait, pokjakes dan seluruh komponen desa untuk mengikut
sertakan warga dalam upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan. Masyarakat
yang dimotori oleh pokjakes diharapkan dapat mengenal masalah kesehatan yang
terjadi diwilayahnya, membuat keputusan tindakan kesehatan bagi anggota
keluarga / masyarakatnya, mampu memberikan perawatan, menciptakan lingkungan
yang sehat serta memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada di masyarakat. Selain
itu,selama proses belajar klinik di komunitas, mahasiswa mengidentifikasi
populasi denganresiko tinggi dan sumber yang tersedia untuk berkerjasama dengan
komunitas dalam merancang, melaksanakan dan mengevaluasi perubahan komunitas
dengan penerapan proses keperawatan komunitas dan pengorganisasian komunitas.
Harapan yang ada, masyarakat akan mandiri dalam upaya meningkatkan status
kesehatannya.
B.
TUJUAN
a. Tujuan umum
a. Tujuan umum
Setelah menyelesaikan praktek kerja
nyata mahasiswa mampu menerapkan asuhan keperawatan komunitaspada setiap area
pelayanan keperawatan di komunitas dengan pendekatan proses keperawatan
komunitas.
b. Tujan khusus
setelah menyelesaikan praktek
klinik keperawatan komunitas, mahasiswa mampu :
1. Menerapkan
strategi yang tepat dalam mengkaji komunitas.
2. Menentukan
diagnosa keperawatan komunitas untuk komunitas yang spesifik berdasarkan
analisa epidemiologi.
3. Menerapkan
pendidikan kesehatan yang spesifik dan strategi organisasi komunitas dalam
mengadakan perubahan serta peningkatan kesehatan komunitas.
4. Melaksanakan
keperawatan kesehatan komunitas berdasarkan factor resiko personal, social dan
lingkungan.
5. Mengkoordinasi
sumber- sumber yang ada di komunitas untuk meningkatkan kesehatan komunitas.
6. Mendemonstrasikan
karakteristik peran professional, berfikir kritis, belajar mandiri dengan
keterampilan komunikasi yang efektif dan kepemimpinan di dalam komunitas.
C.
MANFAAT
a.
Bagi
mahasiswa
1. Dapat
mengaplikasikan konsep kesehatan komunitas secara nyata kepada masyarakat.
2. Belajar
menjadi model professional dalam menerapkan asuhan keperawatan komunitas.
3. Meningkatkan
kemampuan berfikir kritis, analisa dan bijaksana dalam menghadapi dinamika
masyarakat.
4. Meningkatkan
keterampilan komunikasi, kemandirian dan hubungan interpersonal.
b.
Bagi
masyarakat
1. Mendapatkan
kesempatan seluas- luasnya untuk berperan aktif dalam upaya peningkatan
kesehatan dan pencegahan penyakit
2. Mendapatkan
kemampuan untuk mengenal, mengerti dan menyadari masalah kesehatan dan
mengetahui cara penyelesaian masalah kesehatan dan mengetahui cara penyelesaian
masalah kesehatan yang dialami masyarakat.
3. Masyarakat
mengetahui gambaran status kesehatannya dan mempunyai upaya peningkatan status
kesehatan tersebut.
c.
Bagi
keperawatan
1. Upaya
menyiapkan tenaga perawat yang professional, berpotensi secara mandiri sesuai
dengan kompetensi yang telah ditentukan.
2. Memberikan
suatu model baru dalam keperawatan komunitas sehingga mampu mengembangkan.
BAB
II
TINJAUAN
TEORI
A. KONSEP DASAR
KOMUNITAS
1.
Definisi
Komunitas
Menurut
koentjaraningrat (1990) masyarakat adalah sekumpulan manusia yang hidup
bergaul, saling beriteraksi. Unit-unit masyarkat adalah komunitas, keluarga,
kelompok yang mempunyaitujuan dan nilai yang sama.
Dengan demikian ciri suatu
komunitas adalah sebagai berikut:
a.
Kesatuan wilayah
b.
Kesatuan adat
istiadat
c.
Rasa identitas
komunitas
d.
Loyalitas
terhadap komunitas
Koentjaraningrat
(1990) mendefinisikan komunitas sebagai suatu kesatuan hidup manusia, yang
menempati suatu wilayah nyata, dan yang berinteraksi menurut suatu sistem adat
istiadat, serta terikat oleh suatu rasa identitas suatu komunitas.
Masyarakat
sebagai suatu sistem sosial menunjukkan bahwa semua orang bersatu untuk saling
melindungi dalam kepentingan bersama, untuk berfungsi sebagai suatu kestuan dan
secara terus menerus mengadakan hubungan atau (interaksi) dengan sistem yang
lebih benar. Bagian-bagian yang saling berinteraksi tersebut merupakan
sub-sistem dari komuniti seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan
keluarga.
Keluarga
adalah suatu kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang dipersatukan
oleh hubungan darah, perkawinan, adopsi atau pengakuan sebagai anggota keluarga
yang tinggal bersama, satu kesatuan atau unit yang membina kerjasama yang
bersumber dari kebudayaan umum, dimana setiap anggotanya belajar dan melakukan
peranannya yang diharapkan. Keluarga sebagai suatu sistem sosial melakukan
beberapa fungsi yang paling dasar seperti memberikan keturunan, sosilisasi,
psikologiseleksi proteksi dan sebagainya.
2.
Kesehatan
Masyarakat
Peplau
(1999) mengatakan bahwa kesehatan adalah proses yang berlangsung mengarah pada
kreativitas konstruktif dan produktif. Sedangkan King.M.E dalam Efendi, 1998
mengatakan bahwa kesehatan adalah keadaan yang dinamis dalam siklus hidup dan
memperoleh adaptasi terus menerus terhadap stress.
Dalam
perawatan kesehatan masyarakat keluarga sebagai unit utama yang menjadi sasaran
pelayanan, karena keluarga merupakan unitb terkecil dari masyarakat atau
komunitas.
Apabila
ada salah satu anggota keluarga mempunyai masalah keperaatan atau kesehatan
akan mempengaruhi anggota keluarga yang lain, demikian pula terhadap kelompok
dan masyarakat disekitarnya. Masalah kesehatan keluarga saling berkaitan
terhadap anggota keluarga, kelompok maupun masyarakat secara keseluruhan, yang
akhirnya memberikan gambatran terhadap masalah kesehatan masyarakat secara
menyeluruh.
3.
Falsafah
Kesehatan Masyarakat
Falsafah
adalah keyakinan terhadap nilai-nilai yang menjadi pedoman untuk mencapai suatu
tujuan dan dipakai sebagai pandangan hidup.
Falsafah kesehatan masyrakat dapat dirumuskan
sebagai berikut
a.
Pelayanan
perawatan kesehatan masyarakat adalah suatu upaya berdasarkan kemanusiaan untuk
meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bagi terwujudnya manusia yang
sehatkhususnya dan masyarakat yang sehat pada umumnya.
b.
Pelayanan perawatan kesehatan masyarakat
adalah pekerjaan yang luhur dan manusia yang ditujukan kepada individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat.
c.
Upaya promotif
dan preventif merupakan upaya pokok tanpa mengabaikan upaya kuratifdan
rehabilitatif.
d.
Pelayanan
perawatan kesehatan masyarakat harus terjankau dan dapat diterima oleh semua
orang dan merupakan bagian integral darinupaya kesehatan.
e.
Pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat
yang diberikan berlangsung dan berkesinambungan.
f.
Pelayanan kesehatan masyarakat sebagai
provider dan klien sebagai konsumer.
4.
Peran
Perawat komunitas
Menurut Effendy (1998)
peran yang dapat dilakukan perawat komunitas antara lain:
a.
Pelaksana
pelayanan keperawatan
Yaitu sebagai pelaksana asuhan
keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok atau masyarakat. Baik yang
sehat maupun yang sakit atau yang mempunyai masalah kesehatan atau keperawatan
apakah itu dirumah, di sekolah, puskesmas, panti-panti dan sebagainya sesuai dengan
kebutuhannya.
b.
Sebagai pendidik
Memberikan pendidikan kesehatan kepada
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat baik dirumah, di puskesmas, dan di
masyarakat secara terorganisir dalam rangka menanamkan perilaku sehat, sehingga
terjadi perubahan perilaku seperti yang diharapkan dalam mencapai tingkat
kesehatn optimal.
c.
Sebagai pengamat
kesehatan
Melaksanakan monitoring terhadap
perubahan-perubahan yang terjadi pada individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat yang menyangkut maslah kesehatan yang timbul serta berdampak
terhadap status kesehatan melalui kunjungan rumah, pertemuan-pertemuan,
observasi dan pengumpulan data.
d.
Koordinator
pelayanan kesehatan
Mengkoordinator seluruh upaya pelayaanan
kesehatan masyarakat dan puskesmas dlalam mencapai tujuan kesehatan melalui
kerjasama dengan tim kesehatan lainnya sehingga tercipta keterpaduan dalam
sistem pelayanan kesehatan. Dengan demikian pelayanan kesehatan yang diberikan
merupakan suatu kegiatan yang nenyeluruh dan tidak terpisah-pisah antara satu
dengan yang lain.
e.
Sebagai
pembaharu (inovator)
Perawat kesehatan masyarakat dapat
berperan sebagai agen pembaharu terhadap individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat terutama dalam merubah perilaku dan pola hidup yang erat kaitannya
denagan peningkatan dan pemeliharaan kesehatan.
f.
Pengorganisir
pelayanan kesehatan (organisator)
Perawat kesehatan masyarakat dapat
berperan dalam memberikan motivasi dalam rangka meningkatkan keikutsertaan
masyarakat individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam setiap upaya pelayanan
kesehatan yang dilaksanakan oleh masyarakat misalnya kegiatan posyand, dana
sehat, mulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap penilaian.
g.
Sebagai panutan
atau role model
Perawat kesehatan masyarakat harus dapat
memberikan contoh yang baik dalam bidang kesehatan pada individu, keluarga dan
kelompok.
h.
Sebagai tempat
bertanya(fasilitator)
Perawat kesehatan masyarakat dapat
dijadiakan tempat bertanya individu, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk
memecahkan berbagai masalah kesehatan dan keperawatan yang terjadi dalam
kehidupan masyarakat.
i.
Sebagai
pengelola
Perawat kesehatan masyarakat diharapkan
dapat mengelola berbagai kegiatan pelayanan kesehatan puskesmas damn masyarakat
sesuai dengan beban tugas dan tanggung jawab yang diembankan kepadanya.
5.
Strategi
dalam Kesehatan Komunitas
Strategi
yang digunakan dalam perawatan komunitas untuk meningkatkan derajat kesehatan
dalam masyarakat yaitu menggunakan prinsip H.L blum yang menyatakan bahwa
derajat kesehatan dipengaruhi oleh empat faktor yaitu:
a.
Linkungan
Lingkungan merupakan faktor dominan
mempengaruhi kesehatan masyarakat, karenqa dilingkunganlah manusia mengadakan
interaksi dan interalasidalam proses kehidupannya, baik lingkungan fisik,
psikologis, sosial-budaya, ekonomi.
b.
Perilaku
Perilaku masyarakat dapat dipengaruhi
oleh berbagai macam diantaranya yaitu: kebiasaan norma dan adat istiadat di
masyarakat.
c.
Pelayanan
Kesehatan
Untuk pelayanan kesehatan, hendaknya
fasilitas kesehatan terjangkau oleh masyarakat.
d.
Kependudukan
atau keturunan
Faktor keturunan adalah yang dibawa oleh
keluarga yang diturunkan sejak lahir hal ini juga sangat mempengaruhi status
derajat kesehatan di masyarakat.
B. KONSEP DASAR
ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS
Menurut WHO 1974 perawatan kesehtan
masyarakat adalah selain mencakup perawatan kesehatan keluarga juga meliputi
atau memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat luas, membantu
masyarakat mengidentifikasi maslah kesehatan sendiri serta memecahkan masalah
kesehatan tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada pada mereka atau meminta
bantuan kepada orang lain.
Menurut B.freeman (1981) keperawatan
kesehatan masyarakat adalah kesatuan yang unit praktek keperawatan dan
kesehatan masyarakat yang ditujukan kepada pengembangan dan peningkatan
kemampuan kesehatan baik sendiri sebagai perorangan maupun secara kolektif
sebagai keluarga, kelompok khusus atau masyarakat, pelayanan ini mencakup
spektrum kesehatan masyarakat.
Pelaksanaan perawatan kesehatan
masyarakat menurut Effendy (1998) dilakukan melaui beberapa tahapan yang
tercakup dalam proses keperawatan dengan menggunakan pendekatan pemecahan
masalah (problem solving approach)
yang dinamis dalam memperbaiki dan memelihara kesehatan individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat.
Dalam melaksanakan asuhan keperawatan kesehatan
masyarakat, metode yang digunakan adalah proses keperawatan sebagai suatu
pendekatan ilmiah didalam bidang keperawatan, melalui tahap-tahap sebagai
berikut:
a. Pengkajian
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan
perawat kesehatan masyarakat dalam mengkaji masalah kesehatan baik di tingkat
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat adalah:
1)
Pengumpulan Data
Kegiatan ini dilakukan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang di
hadapi individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat melalui wawancar, observasi,
studi dokumentasi dengan menggunakan instrumen pengumpula data dalam menghimpun informasi.
Pengkajian yang diperlukan adalah inti
komunitas beserta faktor lingkungannya. Elemen pengkajian komunitas menurut
Anderson dan MC. Forlane (1958) terdiri
dari inti komunitas, yaitu meliputi demografi; populasi; nilai-nilai keyakinan
dan riwayat induvidu termasuk riwayat kesehatan. Sedangkan faktor lingkungan adalah
lingkungan fisik, pendidikan, keamanan dan transportasi, politik dan
pemerintahan, pelayanan kesehatan dan sosial, komunikasi, ekonomi dan rekreasi.
Hal diatas perlu dikaji untuk menetapkan
tindakan yang sesuai dan efektif dalam langkah-langkah selanjutnya.
Data yang harus dikaji dari komunitas,
mencakup :
a.
Penduduk sebagai
struktur inti, yang dikaji adalah :
·
Konsep diri
·
Wilayah
kesehatan yang ada
·
Statistik
(distribusi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, mortalitas morbiditas,
komposisi pekerjaan, dan tingkat penghasilan)
·
Budaya
masyarakat sekitas
·
Duungan profesi
atau masyarakat
b.
Lingkungan
fisik, yang dikaji adalah :
·
Indentifikasi
geopolitik
·
Bunyi, bising,
bau, debu, dll yang terkait dengan pencemaran
·
Fasilitas
pelayanan kesehatan sosial
c.
Ekonomi, yang
dikaji adalah :
·
Komposisi
pekerjaan
·
Jumlah
pengangguran
·
Sejauh mana
ekonomi mempengaruhi kesehatan kelompok
·
Bagaimana
prosentase anggota masyarakat yang hidup digaris kemiskinan
d.
Keamanan dan
transportasi yang dikaji adalah :
·
Jenis
kriminalitas yang ada
·
Jenis pelayanan
keamanan yang ada
·
Jenis
transportasi yang digunakan masyarakat
e.
Politik dan
pemerintahan, yang dikaji adalah :
·
Adakah struktur
organisasi masyarakat
·
Apakah
masyarakat mempunyai badan perkumpulan yang normal
·
Keyakinan
kelompok atau masyarakat tentang politik
f.
Pelayanan
kesehatan dan sosial, yang dikaji adalah :
·
Jenis pelayanan
yang ada
·
Sumber-sumber
yang dapat digunakan
·
Karakteristik
peakai
·
Statistik
kunjungan
·
Apakah pelayanan
yang ada dapat diterima secara adekuat
g.
Komunikasi, yang
dikaji adalah :
·
Bagaimana
informasi dikomunikasikan
·
Pakah tersedia
papan pengumuman
·
Apakah jenis area
pertemuan kelompok
h.
Pendidikan, yang
dikaji adalah :
·
Prosentase
kelompok atau masyarakat yang buta huruf
·
Apakah kelompok
memerlukan pengetahuan khusus
·
Apakah tersedia
sumber pendidikan khusus
2)
Analisa Data
Analisa data dilaksanakan berdasarkan
data yang telah diperoleh dan disusun dalam suatu format yang sistematis. Dalam
menganalisa data memerlukan pemikiran yang kritis.
Data yang terkumpul kemudian dianalisa
seberapa besar faktor stressor yang mengancam dan seberapa berat reaksi yang
timbul di komunitas. Selanjutnya dirumuskan masalah atau diagnosa keperawatan.
Menurut Mueke (1987) masalah tersebut terdiri dari :
a.
Masalah sehat
sakit
b.
Karakteristik
populasi
c.
Karakteristik
lingkungan
3)
Perumusan
Masalah dan Diagnosa Keperawatan/ Kesehatan
Kegiatan ini dilakukan diberbagai
tingkat sesuai dengan urutan prioritasnya. Diagnosa keperawatan yang dirumuskan
dapat aktual, ancaman resiko atau wellness.
Dasar penentuan masalah keperawatan
kesehatan masyarakat antara lain :
a.
Masalah yang
ditetapkan dari data umum
b.
Masalah yang
dianalisa dari hasil kesenjangan pelayanan kesehatan
Menetapkan
skala prioritas dilakukan untuk menentukan tindakan yang lebih dahulu
ditanggulangi karena dianggap dapat mengancam kehidupan masyarakat secara
keseluruhan dengan mempertimbangkan :
a.
Masalah spesifik
yang mempengaruhi kesehatan masyarakat
b.
Kebijaksanaan
nasional dan wilayah setempat
c.
Kemampuan dan
sumber daya masyarakat
d.
Keterlibatan,
partisipasi dan peran serta masyarakat
Kriteria skala
prioritas :
a.
Perhatian
masyarakat, meliputi pengetahuan, sikap, keterlibatan emosi masyarakat terhadap
masalah kesehatan yang dihadapi dan urgensinya untuk segera ditanggulanginya
b.
Prevalensi
menunjukkan jumlah kasus yang ditemukan pada suatu kurun waktu tertentu
c.
Besarnya masalah
adalah seberapa jauh masalah tersebut dapat menimbulkan gangguan terhadap
kesehatan masyarakat
d.
Kemungkinan
masalah untuk dapat dikelola dengan mempertimbangkan berbagai alternatif dalam
cara-cara pengelolaan masalah yang menyangkut biaya, sumber daya. Sarana yang
tersedia dan kesulitan yang mungkin timbu. (Effendi Nasrul, 1995)
b. Perencanaan
Perencanaan
diawali dengan prioritas masalah, perumusan tujuan jangka panjang, perumusan
masalah jangka pendek, mnetapkan rencana intervensi dan merumuskan rencana
evaluasi dalam merumuskan rencana keperawatan, beberapa hal yang harus
dilaksanakan adalah :
1.
Merumuskan
Tujuan
Tujuan
terdiri dari 2 yaitu tujuan jangka panjang dan jangka pendek
Tujuan jangka panjag adalah target akhir
dari kegiatan atau hasil akhir yang diharapkan dari rangkaian proses pemecahan
suatu masalah keperawatan. Biasanya berorientasi pada perubahan perilaku.
Tujuan jangka pendek adalah hasil yag
diharapkn dari setiap akhir kegiatan yang dilakukan pada waktu tertentu. Tujuan
jangka pendek merupakan tujuan antara untuk mencapai tujuan jangka panjang
Pedoman menetapkan tujuan jangka panjang
dan jangka pendek dirumuskan terfokus pada klien. Tujuan jangka panjang
berorientasi pada penyelesaian satu diagnosa keperawatan. Tujuan jangka pendek
disesuaikan dengan penjabaran tujuan jangka panjang. Tujuan jangka panjang
terdiri dari indikator performance yang luas spesifik mengembangkan tujuan
didasarkan pada prinsip ilmiah dan praktek.
2.
Menetpkan
rencana intervensi
·
Apa yang akan
dilakukan
·
Kapan akan
dilakukan
·
Bagaimana akan
melakukan
·
Siapa yang akan
melakukan
·
Berapa banyak
yang akan dilakukan
·
Memperhatikan
·
Program/
orgnisasi yang ada
·
Situasi
·
Sumber daya
·
Program yang
lalu
·
Menetapkan aktivitas
untuk setiap tujuan
·
Merumuskan
rencana evaluasi kedalam kriteria dan standard
·
Standar adalah
tolok ukur dari kegiatan tertentu
·
Standard adalah
tingkat penampilan sesaui dengan tolok uur yang ada
c. Pelaksanaan
Pada tahap ini rencana yang telah
disusun dilaksanakan dengan melibatkan individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat sepenuhnya dalam mengatasi masalah kesehatan dan keperawatan yang
dihadapi. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan kegiatan perawatan
kesehatan masyarakat adalah :
a)
Melaksanakan
kerjasama lintas program dan lintas sektroral dengan instansi terkait
b)
Mengikutsertakan
partisipasi aktif individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam mengatasi
masalah kesehatannya
c)
Memanfaatkan
potensi dan sumber daya yang ada di masyarakat
Level pencegahan dalam
pelaksanaan prkatik keperawatan komunitas terdiri atas :
1)
Pencegahan
primer
Pencegahan
yang terjadi sebelum sakit atau ketidak fungsinya dan diaplikasikannya kedalam
populasi sehat pada umumnya dan perlindungan khusus terhadap penyakit
2)
Pencegahan
sekunder
Pencegahan
sekunder menekankan diagnosa diri dan intervensi yang tepat untuk menghambat
proses patologis, sehingga memperpendek waktu sakit dan tingkat keparahan
3)
Pencegahan
tersier
Pencegahan
tersier dimulai pada saat cacat atau terjadi ketidakmampuan sambil stabilatau
menetap atau tidak dapat diperbaiki sama sekali. Rehabilitasi sebagai
pencegahan primer lebih dari uapaya menghambat proses penyakit sendiri, yaitu
mengembalikan individu kepada tingkat berfungsi yang optimal dari
ketidakmampuannya
d. Penilaian/
Evaluasi
Evaluasi dilakukan atas respon komunitas
terhadap program kesehatan. Hal-hal yang perlu dievaluasi adalah masukan
(input), pelaksanaan (proses) dan hasil akhir (output)
Penilaian yang dilakukan berkaitan
dengan tujuan yang akan dicapai, sesai dengan perencanaan yang telah disusun
semula. Ada 4 dimensi yang harus dipertimbangkan dalam melaksanakan penilaian,
yaitu :
a)
Daya guna
b)
Hasil guna
c)
Kelayakan
d)
Kecukupan
Fokus evaluasi adalah :
a)
Relevansi atau
hubungan antara kenyataan yang ada dengan pelaksanaan
b)
Perkembangan
atau kemajuan proses
c)
Efisiensi biaya
d)
Efektifitas
kerja
e)
Dampak
Kegiatan evaluasi yang
dilakukan :
a)
Untuk mengukur
keberhasilan
b)
Selama evaluasi,
perawat mengumpulkan data dan menganalisanya, apakah terjadi perubahan kondisi
atau tidak
c)
Merupakan respon
masyarakat terhadap program kesehatan
Hal-hal yang perlu
dievaluasi
a)
Relevansi
program dengan kebutuhan masyarakat
b)
Rencana yang
dibuat
c)
Efisiensi biaya
d)
Efektifitas
program
e)
Dampak aktivitas
program untuk jangka panjang
Jenis-jenis evaluasi
a)
Evaluasi
Promotif
-
Menilai
aktivitas program setiap hari
-
Sifatnya sesaat
b)
Evaluasi sumatif
-
Menilai
aktivitas jangka panjang
-
Dilakukan
diakhir program
Tujuan
akhir perawatan komunitas adalah kemandirian keluarga yang terkait dengan lima
tugas kesehatan, yaitu : mengenal masalah kesehatan, mengambil keputusan
tindakan kesehatan, merawat anggota keluarga, menciptakan lingkungan yang dapat
mendukung upaya peningkatan kesehatan keluarga serta memanfaatkan fasilitas
pelayanan kesehatan yang tersedia, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah
pemecahan masalah keperawatan yaitu melalui proses keperawatan.
C. KONSEP DASAR
PENYAKIT
1.
Infeksi Saluran Pernafasan Atas
a. Pengertian
Infeksi
Saluran Pernafasan Atas ( ISPA ) adalah infeksi saluran pernapasan yang
berlangsung sampai 14 hari. Yang dimaksud saluran pernafasan adalah organ mulai
dari hidung sampai gelembung paru,beserta organ-organ disekitarna seperti :
sinus,ruang telinga tengah dan selaput paru. ( Setiowulan, 2001 )
Infeksi
Saluran Pernafasan Atas ( ISPA ) adalah penyakit yang menyerang sebagian
saluran pernafasan dari hidung sampai alveolus. ( Rudolph, 2006 )
b.
Faktor
yang mempengaruhi ISPA
1.
Keadaan gizi
kurang
2.
Lingkungan yang
tidak sehat
3.
Tertular dari
orang lain
4.
Perilaku tidak
sehat
Depkes RI, Pedoman Pemberantasan
Penyakit ISPA, 2001
c.
Tanda
dan gejala ispa
1. Demam,
pada neonatus mungkin jarang terjadi tetapi gejala demam muncul jika anak sudah
mencaapai usia 6 bulan sampai dengan 3 tahun. Seringkali demam muncul sebagai
tanda pertama terjadinya infeksi. Suhu tubuh bisa mencapai 39,5O C-40,5O C.
2.
Meningismus,
adalah tanda meningeal tanpa adanya infeksi pada meningens, biasanya terjadi
selama periodik bayi mengalami panas, gejalanya adalah nyeri kepala, kaku dan
nyeri pada punggung serta kuduk, terdapatnya tanda kernig dan brudzinski.
3.
Anorexia,
biasa terjadi pada semua bayi yang mengalami sakit. Bayi akan menjadi susah
minum dan bhkan tidak mau minum.
4.
Vomiting,
biasanya muncul dalam periode sesaat tetapi juga bisa selama bayi tersebut
mengalami sakit.
5.
Diare
(mild transient diare), seringkali terjadi mengiringi
infeksi saluran pernafasan akibat infeksi virus.
6.
Abdominal
pain, nyeri pada abdomen mungkin disebabkan karena
adanya lymphadenitis mesenteric.
7.
Sumbatan
pada jalan nafas/ Nasal, pada saluran nafas yang sempit
akan lebih mudah tersumbat oleh karena banyaknya sekret.
8.
Batuk,
merupakan tanda umum dari tejadinya infeksi saluran pernafasan, mungkin tanda
ini merupakan tanda akut dari terjadinya infeksi saluran pernafasan.
9.
Suara
nafas, biasa terdapat wheezing, stridor, crackless, dan
tidak terdapatnya suara pernafasan
(Whaley and Wong; 1991; 1419).
d.
Cara
penularan
1.
Air ludah
2.
Bersin
3.
Udara pernafasan
yang mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat kesaluran pernafasan
e.
Komplikasi
ispa
1)
Infeksi telinga
2)
Radang bronkus
3)
Radang paru
4)
Infeksi selaput
otak ( meningitis )
2.
Hipertensi
Menurut WHO, batas tekanan darah yang masih dianggap normal adalah 140/90 mmHg dan tekanan darah sama atau diatas 160/95 mmHg dinyatakan sebagai hipertensi (Soeparman, 1999) Kenaikan tekanan darah batas atasnya ≥ 140 mmHg dan tekanan darah batas bawahnya ≥ 90 mmHg. Jika tekanan darah anda adalah 160/95, maka: batas atasnya: 160 mmHg batas bawahnya: 95 mmHg
a. Klasifikasi Hipertensi
Secara klinis derajat hipertensi
dapat dikelompokkan sesuai dengan rekomendasi dari “The Sixth Report of The
Join National Committee, Prevention, Detection and Treatment of High Blood
Pressure “ (JNC – VI, 1997) sebagai berikut :
|
No
|
Kategori
|
Sistolik(mmHg)
|
Diastolik(mmHg)
|
|
1.
|
Optimal
|
<120
|
<80
|
|
2.
|
Normal
|
120 –
129
|
80 – 84
|
|
3.
|
High
Normal
|
130 –
139
|
85 – 89
|
|
4.
|
Hipertensi
|
||
|
Grade 1
(ringan)
|
140 –
159
|
90 – 99
|
|
|
Grade 2
(sedang)
|
160 –
179
|
100 –
109
|
|
|
Grade 3
(berat)
|
180 –
209
|
100 –
119
|
|
|
Grade 4
(sangat berat)
|
>210
|
>120
|
b. Penyebab Hipertensi
Penyebab Hipertensi
antara lain : ( Lany Gunawan, 2001 )
a. Asupan garam yang tinggi
b. Stress psikologis
c. Faktor genetic (keturunan)
d. Kurang olah raga
e.
Kebiasaan hidup yang
tidak baik seperti merokok dan alkohol
f.
Penyempitan pembuluh
darah oleh lemak/kolesterol tinggi
c. Tanda Dan Gejala
Menurut Rokhaeni ( 2001 ), tanda dan gejala beberapa pasien yang menderita hipertensi
yaitu :
1.
Mengeluh
sakit kepala, pusing
2.
Lemas,
kelelahan
3.
Sesak
nafas
4.
Gelisah
5.
Mual
6.
Muntah
7.
Epistaksis
8.
Kesadaran
menurun
d. Komplikasi
1. Penyakit Jantung: Gagal Jantung
2. Penyakit Ginjal: Gagal Ginjal
3. Otak: Serangan Stroke
3.
Rematik
a. Pengertian
Artritis
Reumatoid ( AR ) adalah kelainan inflamasi yang terutama mengenai membran
sinovial dari persendian dan umumnya ditandai dengan dengan nyeri persendian,
kaku sendi, penurunan mobilitas, dan keletihan. ( Baughman, 2000 )
Arhtritis
reumatoid adalah suatu penyakit inflamasi kronik dengan manifestasi utama
poliartritis progresif dan melibatkan seluruh organ tubuh. (Mansjour, 2001)
Reumatik
dapat terjadi pada semua jenjang umur dari kanak-kanak sampai usia lanjut.
Namun resiko akan meningkat dengan meningkatnya umur. (Felson dalam Budi
Darmojo, 1999)
Artritis Reumatoid adalah penyakit autoimun sistemik kronis yang tidak diketahui penyebabnya dikarekteristikan dengan reaksi inflamasi dalam membrane sinovial yang mengarah pada destruksi kartilago sendi dan deformitas lebih lanjut. ( Susan Martin Tucker.1998 )
b. Penyebab
Penyebab utama penyakit Reumatik masih
belum diketahui secara pasti. Ada beberapa teori yang dikemukakan sebagai
penyebab Artritis Reumatoid, yaitu (Smeltzer & Bare 2001) :
1.
Infeksi Streptokkus hemolitikus dan Streptococcus
non-hemolitikus.
2.
Endokrin
3.
Autoimmun
4.
Metabolik
5.
Faktor genetik serta pemicu lingkungan
Pada saat ini Artritis rheumatoid diduga disebabkan oleh faktor autoimun dan infeksi. Autoimun ini bereaksi terhadap kolagen tipe II; faktor infeksi mungkin disebabkan oleh karena virus dan organisme mikroplasma atau grup difterioid yang menghasilkan antigen tipe II kolagen dari tulang rawan sendi penderita.
c. Tanda-tanda rematik
-
Kaku pada persendian
saat bangun tidur pada pagi hari
-
Persendian
bengkak
-
Sendi terasa
sakit
-
Cepat lelah
-
Nafsu makan
menurun
-
Ganguan gerak
-
Kelemahan otot
d. Bagian Tubuh Yang Sering Terkena Rematik
-
Pergelangan
tangan
-
Pergelangan siku
-
Pergelangan kaki
-
Persendiaan
tangan dan kaki
e. Cara Penanganan
-
Istirahat yang
cukup
-
Olahraga teratur
dan tidak berlebihan
-
Jangan mandi
terlalu malam
-
Diit seimbang
-
Minum air putih
minimal 8 gelas sehari
-
Kompres dengan
air hangat
-
Ketika nyeri/
ngilu saat dirumah sedia obat-obatan penghangat
f. Makanan Yang Dapat Dikonsumsi
-
Ikan laut
-
Sayuran hijau
dan kuning
-
Buah-Buahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar