Senin, 02 Desember 2013

Perawatan Kesehatan Masyarakat



BAB I
PENDAHULUAN
Oleh : Tiya Mariyana Amk S.Kep
A.    LATAR BELAKANG
Perawatan kesehatan merupakan suatu lapangan khusus di bidang kesehatan, dimana keterampilan hubungan antar manusia serta keterampilan organisasi diterapkan dalam hubungan yang serasi dengan keterampilan anggota profesi kesehatan lain dan tenaga social, demi memelihara kesehatan masyarakat. Oleh karena itu,perawatan kesehatan masyarakat ditujukan kepada individu.keluarga dan kelompok melalui upaya peningkatan kesehatan, pemelihara kesehatan, penyuluhan kesehatan, koordinasi dan pelayanan keperawatan berkelanjutan sebagai suatu pendekatan yang komprehensif. Selain itu, masyarakat/ komunikasi dilibatkan secara aktif untuk mencapai tujuan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, keperawatan kesehatan masyarakat ( nursing proses community ) di upayakan dekat dengan masyarakat, sehingga strategi pelayanan kesehatan yang utama merupakan pendekatan yang juga menjadi acuan pelayanan kesehatan yang akan diberikan. Artinya, upaya pelayanan atau asuhan yang diberikan tersebut merupakan upaya yang esensial atau sangat dibutuhkan oleh masyarakat/komunitas dan secara universal upaya tersebut mudah dijangkau. Dengan demikian didalam keperawatan komunitas penggunaan teknologi tepat guna saat di tekankan. Wujud aplikasi kegiatan nyatanya adalah seorang perawat komunitas mampu melakukan rangsangan atau memotivasi masyarakat di wilayah binaannya dengan memilih alat edukatif yang tersedia di wilayah tersebut.
Peran serta komunitas tersebut diartikan sebagai suatu proses dimana individu, keluarga dan komunitas bertanggung jawab atas kesehatannya sendiri dengan berperan sebagai pelaku kegiatan upaya peningkatan kesehatannya berdasarkan asas kebersamaan dan kemandirian. Bantuan diberikan oleh perawat komunitas karena ketidak mampuan, ketidak tahuan, dan ketidak mauan masyarakat dalam mengenal masalah kesehatan serta dengan menggunakan potensi lingkungan berusahamemandirikan masyarakat, sehingga pengembangan wilayah setempat ( locality development ) merupakan bentuk pengorganisasian yang paling tepat di gunakan. Di dalam praktek keperawatan komunitas, pendekatan ikliah yang di gunakan adalah proses keperawatan komunitas yang terdiri atas 4 tahap, pengkajian ( assessment ), perencanaan ( planning), pelaksanaan ( implementation ) dan evaluasi ( evaluating ). Intervensi keperawatan yang dilakukan haruslah yang dapat dilakukan oleh perawat, baik secara mandiri maupun berkolaborasi dengan tim kesehatan yang lain melalui lintas program dan lintas sektoral.
Namun, pada kenyataannya belum semuanya tenaga keperawatan komunitas mampu memberikan pelayanan sesuai dengan konsep. Hal ini dapat disebabkan oleh pemahaman perawat komunitas yang belum sama mengenai konsep dasar keperawatan komunitas dan peranannya dalam keperawatan komunitas.
Dalam upaya meningkatkan kemampuan bekerja dengan individu, keluarga dan kelompok ditatanan peleyanan kesehatan komunitas dengan menerapkan konsep kesehatan dan keperawatan komunitas, serta sebagai salah satu upaya menyiapkan tenaga perawat professional dan mempunyai potensi secara mandiri sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai, maka mahasiswa Akademi Keperawatan STIKES Widya Husada Semarang melaksanakan Praktek Kerja Nyata di RW V & VI kelurahan ngadirgo kecamatan mijen.
Pendekatan dilakukan dengan cara pembentukan kelompok kerja kesehatan, kader kesehatan dan PKK serta mendayagunakan kelompok karang taruna. Dengan pendekatan dari masing- masing komponen diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih nyata kepada masyarakat. Sedangkan pendekatan masyarakat sendiri dilakukan melalui kerjasama yang baik dengan instansi terkait, pokjakes dan seluruh komponen desa untuk mengikut sertakan warga dalam upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan. Masyarakat yang dimotori oleh pokjakes diharapkan dapat mengenal masalah kesehatan yang terjadi diwilayahnya, membuat keputusan tindakan kesehatan bagi anggota keluarga / masyarakatnya, mampu memberikan perawatan, menciptakan lingkungan yang sehat serta memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada di masyarakat. Selain itu,selama proses belajar klinik di komunitas, mahasiswa mengidentifikasi populasi denganresiko tinggi dan sumber yang tersedia untuk berkerjasama dengan komunitas dalam merancang, melaksanakan dan mengevaluasi perubahan komunitas dengan penerapan proses keperawatan komunitas dan pengorganisasian komunitas. Harapan yang ada, masyarakat akan mandiri dalam upaya meningkatkan status kesehatannya.

B.     TUJUAN
a. Tujuan umum
Setelah menyelesaikan praktek kerja nyata mahasiswa mampu menerapkan asuhan keperawatan komunitaspada setiap area pelayanan keperawatan di komunitas dengan pendekatan proses keperawatan komunitas.
b. Tujan khusus
setelah menyelesaikan praktek klinik keperawatan komunitas, mahasiswa mampu :
1.      Menerapkan strategi yang tepat dalam mengkaji komunitas.
2.      Menentukan diagnosa keperawatan komunitas untuk komunitas yang spesifik berdasarkan analisa epidemiologi.
3.      Menerapkan pendidikan kesehatan yang spesifik dan strategi organisasi komunitas dalam mengadakan perubahan serta peningkatan kesehatan komunitas.
4.      Melaksanakan keperawatan kesehatan komunitas berdasarkan factor resiko personal, social dan lingkungan.
5.      Mengkoordinasi sumber- sumber yang ada di komunitas untuk meningkatkan kesehatan komunitas.
6.      Mendemonstrasikan karakteristik peran professional, berfikir kritis, belajar mandiri dengan keterampilan komunikasi yang efektif dan kepemimpinan di dalam komunitas.

C.    MANFAAT
a.      Bagi mahasiswa
1.      Dapat mengaplikasikan konsep kesehatan komunitas secara nyata kepada masyarakat.
2.      Belajar menjadi model professional dalam menerapkan asuhan keperawatan komunitas.
3.      Meningkatkan kemampuan berfikir kritis, analisa dan bijaksana dalam menghadapi dinamika masyarakat.
4.      Meningkatkan keterampilan komunikasi, kemandirian dan hubungan interpersonal.
b.      Bagi masyarakat
1.      Mendapatkan kesempatan seluas- luasnya untuk berperan aktif dalam upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit
2.      Mendapatkan kemampuan untuk mengenal, mengerti dan menyadari masalah kesehatan dan mengetahui cara penyelesaian masalah kesehatan dan mengetahui cara penyelesaian masalah kesehatan yang dialami masyarakat.
3.      Masyarakat mengetahui gambaran status kesehatannya dan mempunyai upaya peningkatan status kesehatan tersebut.
c.       Bagi keperawatan
1.      Upaya menyiapkan tenaga perawat yang professional, berpotensi secara mandiri sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan.
2.      Memberikan suatu model baru dalam keperawatan komunitas sehingga mampu mengembangkan.


BAB II
TINJAUAN TEORI

A.    KONSEP DASAR KOMUNITAS
1.      Definisi Komunitas
Menurut koentjaraningrat (1990) masyarakat adalah sekumpulan manusia yang hidup bergaul, saling beriteraksi. Unit-unit masyarkat adalah komunitas, keluarga, kelompok yang mempunyaitujuan dan nilai yang sama.
Dengan demikian ciri suatu komunitas adalah sebagai berikut:
a.       Kesatuan wilayah
b.      Kesatuan adat istiadat
c.       Rasa identitas komunitas
d.      Loyalitas terhadap komunitas
Koentjaraningrat (1990) mendefinisikan komunitas sebagai suatu kesatuan hidup manusia, yang menempati suatu wilayah nyata, dan yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat, serta terikat oleh suatu rasa identitas suatu komunitas.
Masyarakat sebagai suatu sistem sosial menunjukkan bahwa semua orang bersatu untuk saling melindungi dalam kepentingan bersama, untuk berfungsi sebagai suatu kestuan dan secara terus menerus mengadakan hubungan atau (interaksi) dengan sistem yang lebih benar. Bagian-bagian yang saling berinteraksi tersebut merupakan sub-sistem dari komuniti seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan keluarga.
Keluarga adalah suatu kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang dipersatukan oleh hubungan darah, perkawinan, adopsi atau pengakuan sebagai anggota keluarga yang tinggal bersama, satu kesatuan atau unit yang membina kerjasama yang bersumber dari kebudayaan umum, dimana setiap anggotanya belajar dan melakukan peranannya yang diharapkan. Keluarga sebagai suatu sistem sosial melakukan beberapa fungsi yang paling dasar seperti memberikan keturunan, sosilisasi, psikologiseleksi proteksi dan sebagainya.

2.      Kesehatan Masyarakat
Peplau (1999) mengatakan bahwa kesehatan adalah proses yang berlangsung mengarah pada kreativitas konstruktif dan produktif. Sedangkan King.M.E dalam Efendi, 1998 mengatakan bahwa kesehatan adalah keadaan yang dinamis dalam siklus hidup dan memperoleh adaptasi terus menerus terhadap stress.
Dalam perawatan kesehatan masyarakat keluarga sebagai unit utama yang menjadi sasaran pelayanan, karena keluarga merupakan unitb terkecil dari masyarakat atau komunitas.
Apabila ada salah satu anggota keluarga mempunyai masalah keperaatan atau kesehatan akan mempengaruhi anggota keluarga yang lain, demikian pula terhadap kelompok dan masyarakat disekitarnya. Masalah kesehatan keluarga saling berkaitan terhadap anggota keluarga, kelompok maupun masyarakat secara keseluruhan, yang akhirnya memberikan gambatran terhadap masalah kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

3.      Falsafah Kesehatan Masyarakat
Falsafah adalah keyakinan terhadap nilai-nilai yang menjadi pedoman untuk mencapai suatu tujuan dan dipakai sebagai pandangan hidup.
Falsafah kesehatan masyrakat dapat dirumuskan sebagai berikut
a.       Pelayanan perawatan kesehatan masyarakat adalah suatu upaya berdasarkan kemanusiaan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bagi terwujudnya manusia yang sehatkhususnya dan masyarakat yang sehat pada umumnya.
b.       Pelayanan perawatan kesehatan masyarakat adalah pekerjaan yang luhur dan manusia yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
c.       Upaya promotif dan preventif merupakan upaya pokok tanpa mengabaikan upaya kuratifdan rehabilitatif.
d.      Pelayanan perawatan kesehatan masyarakat harus terjankau dan dapat diterima oleh semua orang dan merupakan bagian integral darinupaya kesehatan.
e.        Pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat yang diberikan berlangsung dan berkesinambungan.
f.        Pelayanan kesehatan masyarakat sebagai provider dan klien sebagai konsumer.

4.      Peran Perawat komunitas
Menurut Effendy (1998) peran yang dapat dilakukan perawat komunitas antara lain:
a.       Pelaksana pelayanan keperawatan
Yaitu sebagai pelaksana asuhan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok atau masyarakat. Baik yang sehat maupun yang sakit atau yang mempunyai masalah kesehatan atau keperawatan apakah itu dirumah, di sekolah, puskesmas, panti-panti dan sebagainya sesuai dengan kebutuhannya.
b.      Sebagai pendidik
Memberikan pendidikan kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat baik dirumah, di puskesmas, dan di masyarakat secara terorganisir dalam rangka menanamkan perilaku sehat, sehingga terjadi perubahan perilaku seperti yang diharapkan dalam mencapai tingkat kesehatn optimal.
c.       Sebagai pengamat kesehatan
Melaksanakan monitoring terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang menyangkut maslah kesehatan yang timbul serta berdampak terhadap status kesehatan melalui kunjungan rumah, pertemuan-pertemuan, observasi dan pengumpulan data.
d.      Koordinator pelayanan kesehatan
Mengkoordinator seluruh upaya pelayaanan kesehatan masyarakat dan puskesmas dlalam mencapai tujuan kesehatan melalui kerjasama dengan tim kesehatan lainnya sehingga tercipta keterpaduan dalam sistem pelayanan kesehatan. Dengan demikian pelayanan kesehatan yang diberikan merupakan suatu kegiatan yang nenyeluruh dan tidak terpisah-pisah antara satu dengan yang lain.
e.       Sebagai pembaharu (inovator)
Perawat kesehatan masyarakat dapat berperan sebagai agen pembaharu terhadap individu, keluarga, kelompok dan masyarakat terutama dalam merubah perilaku dan pola hidup yang erat kaitannya denagan peningkatan dan pemeliharaan kesehatan.
f.       Pengorganisir pelayanan kesehatan (organisator)
Perawat kesehatan masyarakat dapat berperan dalam memberikan motivasi dalam rangka meningkatkan keikutsertaan masyarakat individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam setiap upaya pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh masyarakat misalnya kegiatan posyand, dana sehat, mulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap penilaian.
g.      Sebagai panutan atau role model
Perawat kesehatan masyarakat harus dapat memberikan contoh yang baik dalam bidang kesehatan pada individu, keluarga dan kelompok.
h.      Sebagai tempat bertanya(fasilitator)
Perawat kesehatan masyarakat dapat dijadiakan tempat bertanya individu, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk memecahkan berbagai masalah kesehatan dan keperawatan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.
i.        Sebagai pengelola
Perawat kesehatan masyarakat diharapkan dapat mengelola berbagai kegiatan pelayanan kesehatan puskesmas damn masyarakat sesuai dengan beban tugas dan tanggung jawab yang diembankan kepadanya.

5.      Strategi dalam Kesehatan Komunitas
Strategi yang digunakan dalam perawatan komunitas untuk meningkatkan derajat kesehatan dalam masyarakat yaitu menggunakan prinsip H.L blum yang menyatakan bahwa derajat kesehatan dipengaruhi oleh empat faktor yaitu:
a.       Linkungan
Lingkungan merupakan faktor dominan mempengaruhi kesehatan masyarakat, karenqa dilingkunganlah manusia mengadakan interaksi dan interalasidalam proses kehidupannya, baik lingkungan fisik, psikologis, sosial-budaya, ekonomi.
b.      Perilaku
Perilaku masyarakat dapat dipengaruhi oleh berbagai macam diantaranya yaitu: kebiasaan norma dan adat istiadat di masyarakat.
c.       Pelayanan Kesehatan
Untuk pelayanan kesehatan, hendaknya fasilitas kesehatan terjangkau oleh masyarakat.
d.      Kependudukan atau keturunan
Faktor keturunan adalah yang dibawa oleh keluarga yang diturunkan sejak lahir hal ini juga sangat mempengaruhi status derajat kesehatan di masyarakat.

B.     KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS
Menurut WHO 1974 perawatan kesehtan masyarakat adalah selain mencakup perawatan kesehatan keluarga juga meliputi atau memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat luas, membantu masyarakat mengidentifikasi maslah kesehatan sendiri serta memecahkan masalah kesehatan tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada pada mereka atau meminta bantuan kepada orang lain.
Menurut B.freeman (1981) keperawatan kesehatan masyarakat adalah kesatuan yang unit praktek keperawatan dan kesehatan masyarakat yang ditujukan kepada pengembangan dan peningkatan kemampuan kesehatan baik sendiri sebagai perorangan maupun secara kolektif sebagai keluarga, kelompok khusus atau masyarakat, pelayanan ini mencakup spektrum kesehatan masyarakat.
Pelaksanaan perawatan kesehatan masyarakat menurut Effendy (1998) dilakukan melaui beberapa tahapan yang tercakup dalam proses keperawatan dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah (problem solving approach) yang dinamis dalam memperbaiki dan memelihara kesehatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
Dalam melaksanakan asuhan keperawatan kesehatan masyarakat, metode yang digunakan adalah proses keperawatan sebagai suatu pendekatan ilmiah didalam bidang keperawatan, melalui tahap-tahap sebagai berikut:
a.      Pengkajian
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan perawat kesehatan masyarakat dalam mengkaji masalah kesehatan baik di tingkat individu, keluarga, kelompok dan masyarakat adalah:
1)      Pengumpulan Data
  Kegiatan ini dilakukan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang di hadapi individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat melalui wawancar, observasi, studi dokumentasi dengan menggunakan instrumen pengumpula  data dalam menghimpun informasi.
Pengkajian yang diperlukan adalah inti komunitas beserta faktor lingkungannya. Elemen pengkajian komunitas menurut Anderson dan MC. Forlane (1958)  terdiri dari inti komunitas, yaitu meliputi demografi; populasi; nilai-nilai keyakinan dan riwayat induvidu termasuk riwayat kesehatan. Sedangkan faktor lingkungan adalah lingkungan fisik, pendidikan, keamanan dan transportasi, politik dan pemerintahan, pelayanan kesehatan dan sosial, komunikasi, ekonomi dan rekreasi.
Hal diatas perlu dikaji untuk menetapkan tindakan yang sesuai dan efektif dalam langkah-langkah selanjutnya.
Data yang harus dikaji dari komunitas, mencakup :
a.       Penduduk sebagai struktur inti, yang dikaji adalah :
·      Konsep diri
·      Wilayah kesehatan yang ada
·      Statistik (distribusi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, mortalitas morbiditas, komposisi pekerjaan, dan tingkat penghasilan)
·      Budaya masyarakat sekitas
·      Duungan profesi atau masyarakat
b.      Lingkungan fisik, yang dikaji adalah :
·      Indentifikasi geopolitik
·      Bunyi, bising, bau, debu, dll yang terkait dengan pencemaran
·      Fasilitas pelayanan kesehatan sosial
c.       Ekonomi, yang dikaji adalah :
·      Komposisi pekerjaan
·      Jumlah pengangguran
·      Sejauh mana ekonomi mempengaruhi kesehatan kelompok
·      Bagaimana prosentase anggota masyarakat yang hidup digaris kemiskinan
d.      Keamanan dan transportasi yang dikaji adalah :
·      Jenis kriminalitas yang ada
·      Jenis pelayanan keamanan yang ada
·      Jenis transportasi yang digunakan masyarakat
e.       Politik dan pemerintahan, yang dikaji adalah :
·      Adakah struktur organisasi masyarakat
·      Apakah masyarakat mempunyai badan perkumpulan yang normal
·      Keyakinan kelompok atau masyarakat tentang politik
f.       Pelayanan kesehatan dan sosial, yang dikaji adalah :
·      Jenis pelayanan yang ada
·      Sumber-sumber yang dapat digunakan
·      Karakteristik peakai
·      Statistik kunjungan
·      Apakah pelayanan yang ada dapat diterima secara adekuat
g.      Komunikasi, yang dikaji adalah :
·      Bagaimana informasi dikomunikasikan
·      Pakah tersedia papan pengumuman
·      Apakah jenis area pertemuan kelompok
h.      Pendidikan, yang dikaji adalah :
·      Prosentase kelompok atau masyarakat yang buta huruf
·      Apakah kelompok memerlukan pengetahuan khusus
·      Apakah tersedia sumber pendidikan khusus

2)      Analisa Data
Analisa data dilaksanakan berdasarkan data yang telah diperoleh dan disusun dalam suatu format yang sistematis. Dalam menganalisa data memerlukan pemikiran yang kritis.
Data yang terkumpul kemudian dianalisa seberapa besar faktor stressor yang mengancam dan seberapa berat reaksi yang timbul di komunitas. Selanjutnya dirumuskan masalah atau diagnosa keperawatan. Menurut Mueke (1987) masalah tersebut terdiri dari :
a.       Masalah sehat sakit
b.      Karakteristik populasi
c.       Karakteristik lingkungan
3)      Perumusan Masalah dan Diagnosa Keperawatan/ Kesehatan
Kegiatan ini dilakukan diberbagai tingkat sesuai dengan urutan prioritasnya. Diagnosa keperawatan yang dirumuskan dapat aktual, ancaman resiko atau wellness.
Dasar penentuan masalah keperawatan kesehatan masyarakat antara lain :
a.       Masalah yang ditetapkan dari data umum
b.      Masalah yang dianalisa dari hasil kesenjangan pelayanan kesehatan
Menetapkan skala prioritas dilakukan untuk menentukan tindakan yang lebih dahulu ditanggulangi karena dianggap dapat mengancam kehidupan masyarakat secara keseluruhan dengan mempertimbangkan :
a.       Masalah spesifik yang mempengaruhi kesehatan masyarakat
b.      Kebijaksanaan nasional dan wilayah setempat
c.       Kemampuan dan sumber daya masyarakat
d.      Keterlibatan, partisipasi dan peran serta masyarakat
Kriteria skala prioritas :
a.       Perhatian masyarakat, meliputi pengetahuan, sikap, keterlibatan emosi masyarakat terhadap masalah kesehatan yang dihadapi dan urgensinya untuk segera ditanggulanginya
b.      Prevalensi menunjukkan jumlah kasus yang ditemukan pada suatu kurun waktu tertentu
c.       Besarnya masalah adalah seberapa jauh masalah tersebut dapat menimbulkan gangguan terhadap kesehatan masyarakat
d.      Kemungkinan masalah untuk dapat dikelola dengan mempertimbangkan berbagai alternatif dalam cara-cara pengelolaan masalah yang menyangkut biaya, sumber daya. Sarana yang tersedia dan kesulitan yang mungkin timbu. (Effendi Nasrul, 1995)



b.      Perencanaan 
Perencanaan diawali dengan prioritas masalah, perumusan tujuan jangka panjang, perumusan masalah jangka pendek, mnetapkan rencana intervensi dan merumuskan rencana evaluasi dalam merumuskan rencana keperawatan, beberapa hal yang harus dilaksanakan adalah :
1.      Merumuskan Tujuan
Tujuan terdiri dari 2 yaitu tujuan jangka panjang dan jangka pendek
Tujuan jangka panjag adalah target akhir dari kegiatan atau hasil akhir yang diharapkan dari rangkaian proses pemecahan suatu masalah keperawatan. Biasanya berorientasi pada perubahan perilaku.
Tujuan jangka pendek adalah hasil yag diharapkn dari setiap akhir kegiatan yang dilakukan pada waktu tertentu. Tujuan jangka pendek merupakan tujuan antara untuk mencapai tujuan jangka panjang
Pedoman menetapkan tujuan jangka panjang dan jangka pendek dirumuskan terfokus pada klien. Tujuan jangka panjang berorientasi pada penyelesaian satu diagnosa keperawatan. Tujuan jangka pendek disesuaikan dengan penjabaran tujuan jangka panjang. Tujuan jangka panjang terdiri dari indikator performance yang luas spesifik mengembangkan tujuan didasarkan pada prinsip ilmiah dan praktek.
2.      Menetpkan rencana intervensi
·      Apa yang akan dilakukan
·      Kapan akan dilakukan
·      Bagaimana akan melakukan
·      Siapa yang akan melakukan
·      Berapa banyak yang akan dilakukan
·      Memperhatikan
·      Program/ orgnisasi yang ada
·      Situasi
·      Sumber daya
·      Program yang lalu
·      Menetapkan aktivitas untuk setiap tujuan
·      Merumuskan rencana evaluasi kedalam kriteria dan standard
·      Standar adalah tolok ukur dari kegiatan tertentu
·      Standard adalah tingkat penampilan sesaui dengan tolok uur yang ada

c.       Pelaksanaan
Pada tahap ini rencana yang telah disusun dilaksanakan dengan melibatkan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat sepenuhnya dalam mengatasi masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapi. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan kegiatan perawatan kesehatan masyarakat adalah :
a)      Melaksanakan kerjasama lintas program dan lintas sektroral dengan instansi terkait
b)      Mengikutsertakan partisipasi aktif individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatannya
c)      Memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di masyarakat
Level pencegahan dalam pelaksanaan prkatik keperawatan komunitas terdiri atas :
1)      Pencegahan primer
Pencegahan yang terjadi sebelum sakit atau ketidak fungsinya dan diaplikasikannya kedalam populasi sehat pada umumnya dan perlindungan khusus terhadap penyakit
2)      Pencegahan sekunder
Pencegahan sekunder menekankan diagnosa diri dan intervensi yang tepat untuk menghambat proses patologis, sehingga memperpendek waktu sakit dan tingkat keparahan
3)      Pencegahan tersier
Pencegahan tersier dimulai pada saat cacat atau terjadi ketidakmampuan sambil stabilatau menetap atau tidak dapat diperbaiki sama sekali. Rehabilitasi sebagai pencegahan primer lebih dari uapaya menghambat proses penyakit sendiri, yaitu mengembalikan individu kepada tingkat berfungsi yang optimal dari ketidakmampuannya

d.      Penilaian/ Evaluasi
Evaluasi dilakukan atas respon komunitas terhadap program kesehatan. Hal-hal yang perlu dievaluasi adalah masukan (input), pelaksanaan (proses) dan hasil akhir (output)
Penilaian yang dilakukan berkaitan dengan tujuan yang akan dicapai, sesai dengan perencanaan yang telah disusun semula. Ada 4 dimensi yang harus dipertimbangkan dalam melaksanakan penilaian, yaitu :
a)    Daya guna
b)   Hasil guna
c)    Kelayakan
d)   Kecukupan


Fokus evaluasi adalah :
a)    Relevansi atau hubungan antara kenyataan yang ada dengan pelaksanaan
b)   Perkembangan atau kemajuan proses
c)    Efisiensi biaya
d)   Efektifitas kerja
e)    Dampak
Kegiatan evaluasi yang dilakukan :
a)    Untuk mengukur keberhasilan
b)   Selama evaluasi, perawat mengumpulkan data dan menganalisanya, apakah terjadi perubahan kondisi atau tidak
c)    Merupakan respon masyarakat terhadap program kesehatan
Hal-hal yang perlu dievaluasi
a)    Relevansi program dengan kebutuhan masyarakat
b)   Rencana yang dibuat
c)    Efisiensi biaya
d)   Efektifitas program
e)    Dampak aktivitas program untuk jangka panjang
Jenis-jenis evaluasi
a)    Evaluasi Promotif
-          Menilai aktivitas program setiap hari
-          Sifatnya sesaat
b)   Evaluasi sumatif
-          Menilai aktivitas jangka panjang
-          Dilakukan diakhir program
Tujuan akhir perawatan komunitas adalah kemandirian keluarga yang terkait dengan lima tugas kesehatan, yaitu : mengenal masalah kesehatan, mengambil keputusan tindakan kesehatan, merawat anggota keluarga, menciptakan lingkungan yang dapat mendukung upaya peningkatan kesehatan keluarga serta memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pemecahan masalah keperawatan yaitu melalui proses keperawatan.

C.    KONSEP DASAR PENYAKIT
1.      Infeksi  Saluran Pernafasan Atas
a.   Pengertian
Infeksi Saluran Pernafasan Atas ( ISPA ) adalah infeksi saluran pernapasan yang berlangsung sampai 14 hari. Yang dimaksud saluran pernafasan adalah organ mulai dari hidung sampai gelembung paru,beserta organ-organ disekitarna seperti : sinus,ruang telinga tengah dan selaput paru. ( Setiowulan, 2001 )
Infeksi Saluran Pernafasan Atas ( ISPA ) adalah penyakit yang menyerang sebagian saluran pernafasan dari hidung sampai alveolus. ( Rudolph, 2006 )

b.   Faktor yang mempengaruhi ISPA
1.      Keadaan gizi kurang
2.      Lingkungan yang tidak sehat
3.      Tertular dari orang lain
4.      Perilaku tidak sehat
Depkes RI, Pedoman Pemberantasan Penyakit ISPA, 2001

c.    Tanda dan gejala ispa
1.      Demam, pada neonatus mungkin jarang terjadi tetapi gejala demam muncul jika anak sudah mencaapai usia 6 bulan sampai dengan 3 tahun. Seringkali demam muncul sebagai tanda pertama terjadinya infeksi. Suhu tubuh bisa mencapai 39,5O C-40,5O C.
2.      Meningismus, adalah tanda meningeal tanpa adanya infeksi pada meningens, biasanya terjadi selama periodik bayi mengalami panas, gejalanya adalah nyeri kepala, kaku dan nyeri pada punggung serta kuduk, terdapatnya tanda kernig dan brudzinski.
3.      Anorexia, biasa terjadi pada semua bayi yang mengalami sakit. Bayi akan menjadi susah minum dan bhkan tidak mau minum.
4.      Vomiting, biasanya muncul dalam periode sesaat tetapi juga bisa selama bayi tersebut mengalami sakit.
5.      Diare (mild transient diare), seringkali terjadi mengiringi infeksi saluran pernafasan akibat infeksi virus.
6.      Abdominal pain,  nyeri pada abdomen mungkin disebabkan karena adanya lymphadenitis mesenteric.
7.      Sumbatan pada jalan nafas/ Nasal, pada saluran nafas yang sempit akan lebih mudah tersumbat oleh karena banyaknya sekret.
8.      Batuk, merupakan tanda umum dari tejadinya infeksi saluran pernafasan, mungkin tanda ini merupakan tanda akut dari terjadinya infeksi saluran pernafasan.
9.      Suara nafas, biasa terdapat wheezing, stridor, crackless, dan tidak terdapatnya suara pernafasan
(Whaley and Wong; 1991; 1419).
d.   Cara penularan
1.      Air ludah
2.      Bersin
3.      Udara pernafasan yang mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat kesaluran pernafasan

e.    Komplikasi ispa
1)                  Infeksi telinga
2)                  Radang bronkus
3)                  Radang paru
4)                  Infeksi selaput otak ( meningitis )
2.      Hipertensi
            Menurut WHO, batas tekanan darah yang masih dianggap normal adalah 140/90 mmHg dan tekanan darah sama atau diatas 160/95 mmHg dinyatakan sebagai hipertensi (Soeparman, 1999) Kenaikan tekanan darah batas atasnya ≥ 140 mmHg dan tekanan darah batas bawahnya ≥ 90 mmHg. Jika tekanan darah anda adalah 160/95, maka: batas atasnya: 160 mmHg batas bawahnya: 95 mmHg

a.   Klasifikasi Hipertensi
Secara klinis derajat hipertensi dapat dikelompokkan sesuai dengan rekomendasi dari “The Sixth Report of The Join National Committee, Prevention, Detection and Treatment of High Blood Pressure “ (JNC – VI, 1997) sebagai berikut :
No
Kategori
Sistolik(mmHg)
Diastolik(mmHg)
1.
Optimal
<120
<80
2.
Normal
120 – 129
80 – 84
3.
High Normal
130 – 139
85 – 89
4.
Hipertensi


Grade 1 (ringan)
140 – 159
90 – 99
Grade 2 (sedang)
160 – 179
100 – 109
Grade 3 (berat)
180 – 209
100 – 119
Grade 4 (sangat berat)
>210
>120



b.   Penyebab Hipertensi
Penyebab Hipertensi antara lain  : ( Lany Gunawan, 2001 )
a.       Asupan garam yang tinggi
b.      Stress psikologis
c.       Faktor genetic (keturunan)
d.      Kurang olah raga
e.       Kebiasaan hidup yang tidak baik seperti merokok dan alkohol
f.       Penyempitan pembuluh darah oleh lemak/kolesterol tinggi

c.    Tanda Dan Gejala
Menurut Rokhaeni ( 2001 ), tanda dan gejala  beberapa pasien yang menderita hipertensi yaitu :
1.         Mengeluh sakit kepala, pusing
2.         Lemas, kelelahan
3.         Sesak nafas
4.         Gelisah
5.         Mual
6.         Muntah
7.         Epistaksis
8.         Kesadaran menurun

d.   Komplikasi
1.   Penyakit Jantung: Gagal Jantung
2.   Penyakit Ginjal: Gagal Ginjal
3.   Otak: Serangan Stroke

3.      Rematik
a.      Pengertian
Artritis Reumatoid ( AR ) adalah kelainan inflamasi yang terutama mengenai membran sinovial dari persendian dan umumnya ditandai dengan dengan nyeri persendian, kaku sendi, penurunan mobilitas, dan keletihan. ( Baughman, 2000 )
Arhtritis reumatoid adalah suatu penyakit inflamasi kronik dengan manifestasi utama poliartritis progresif dan melibatkan seluruh organ tubuh. (Mansjour, 2001)
Reumatik dapat terjadi pada semua jenjang umur dari kanak-kanak sampai usia lanjut. Namun resiko akan meningkat dengan meningkatnya umur. (Felson dalam Budi Darmojo, 1999)
Artritis Reumatoid adalah penyakit autoimun sistemik kronis yang tidak diketahui penyebabnya dikarekteristikan dengan reaksi inflamasi dalam membrane sinovial yang mengarah pada destruksi kartilago sendi dan deformitas lebih lanjut. ( Susan Martin Tucker.1998 )
b.      Penyebab
Penyebab utama penyakit Reumatik masih belum diketahui secara pasti.  Ada beberapa teori yang dikemukakan sebagai penyebab Artritis Reumatoid, yaitu (Smeltzer & Bare 2001) :
1.      Infeksi Streptokkus hemolitikus dan Streptococcus non-hemolitikus.
2.      Endokrin
3.      Autoimmun
4.      Metabolik
5.      Faktor  genetik serta pemicu lingkungan
Pada saat ini Artritis rheumatoid diduga disebabkan oleh faktor autoimun dan infeksi. Autoimun ini bereaksi terhadap kolagen tipe II; faktor infeksi mungkin disebabkan oleh  karena virus dan organisme mikroplasma atau grup difterioid yang menghasilkan antigen tipe II kolagen dari tulang rawan sendi penderita.
c.       Tanda-tanda rematik
-          Kaku pada persendian saat bangun tidur pada pagi hari
-          Persendian bengkak
-          Sendi terasa sakit
-          Cepat lelah
-          Nafsu makan menurun
-          Ganguan gerak
-          Kelemahan otot
d.      Bagian Tubuh Yang Sering Terkena Rematik
-          Pergelangan tangan
-          Pergelangan siku
-          Pergelangan kaki
-          Persendiaan tangan dan kaki

e.       Cara Penanganan
-          Istirahat yang cukup
-          Olahraga teratur dan tidak berlebihan
-          Jangan mandi terlalu malam
-          Diit seimbang
-          Minum air putih minimal 8 gelas sehari
-          Kompres dengan air hangat
-          Ketika nyeri/ ngilu saat dirumah sedia obat-obatan penghangat

f.       Makanan Yang Dapat Dikonsumsi
-          Ikan laut
-          Sayuran hijau dan kuning
-          Buah-Buahan





Tidak ada komentar:

Posting Komentar