BAB II
TINJAUAN TEORI
A. KONSEP DASAR KOMUNITAS
1. Definisi Komunitas
Menurut
koentjaraningrat
(1990) masyarakat adalah
sekumpulan manusia yang hidup bergaul, saling beriteraksi. Unit-unit masyarkat
adalah komunitas, keluarga, kelompok yang mempunyaitujuan dan nilai yang sama.
Dengan demikian ciri suatu komunitas adalah sebagai berikut:
a.
Kesatuan wilayah
b.
Kesatuan adat istiadat
c.
Rasa identitas komunitas
d.
Loyalitas terhadap komunitas
Koentjaraningrat
(1990) mendefinisikan komunitas sebagai suatu kesatuan hidup manusia, yang
menempati suatu wilayah nyata, dan yang berinteraksi menurut suatu sistem adat
istiadat, serta terikat oleh suatu rasa identitas suatu komunitas.
Masyarakat
sebagai suatu sistem sosial menunjukkan bahwa semua orang bersatu untuk saling
melindungi dalam kepentingan bersama, untuk berfungsi sebagai suatu kestuan dan
secara terus menerus mengadakan hubungan atau (interaksi) dengan sistem yang
lebih benar. Bagian-bagian yang saling berinteraksi tersebut merupakan
sub-sistem dari komuniti seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan
keluarga.
Keluarga adalah
suatu kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang dipersatukan oleh
hubungan darah, perkawinan, adopsi atau pengakuan sebagai anggota keluarga yang
tinggal bersama, satu kesatuan atau unit yang membina kerjasama yang bersumber
dari kebudayaan umum, dimana setiap anggotanya belajar dan melakukan peranannya
yang diharapkan. Keluarga sebagai suatu sistem sosial melakukan beberapa fungsi
yang paling dasar seperti memberikan
keturunan, sosilisasi, psikologiseleksi proteksi dan sebagainya.
2. Kesehatan Masyarakat
Peplau (1999) mengatakan bahwa kesehatan adalah proses yang
berlangsung mengarah pada kreativitas konstruktif dan produktif. Sedangkan
King.M.E dalam
Efendi, 1998 mengatakan bahwa
kesehatan adalah keadaan yang dinamis dalam siklus hidup dan memperoleh
adaptasi terus menerus terhadap stress.
Dalam perawatan
kesehatan masyarakat keluarga sebagai unit utama yang menjadi sasaran
pelayanan, karena keluarga merupakan unitb terkecil dari masyarakat atau
komunitas.
Apabila ada
salah satu anggota keluarga mempunyai masalah keperaatan atau kesehatan akan
mempengaruhi anggota keluarga yang lain, demikian pula terhadap kelompok dan
masyarakat disekitarnya. Masalah kesehatan keluarga saling berkaitan terhadap
anggota keluarga, kelompok maupun masyarakat secara keseluruhan, yang akhirnya
memberikan gambatran terhadap masalah kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
3. Falsafah Kesehatan Masyarakat
Falsafah adalah
keyakinan terhadap nilai-nilai yang menjadi pedoman untuk mencapai suatu tujuan
dan dipakai sebagai pandangan hidup.
Falsafah kesehatan masyrakat dapat dirumuskan
sebagai berikut
a.
Pelayanan perawatan kesehatan masyarakat adalah
suatu upaya berdasarkan kemanusiaan untuk meningkatkan pertumbuhan dan
perkembangan bagi terwujudnya manusia yang sehatkhususnya dan masyarakat yang
sehat pada umumnya.
b.
Pelayanan
perawatan kesehatan masyarakat adalah pekerjaan yang luhur dan manusia yang
ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
c.
Upaya promotif dan preventif merupakan upaya pokok
tanpa mengabaikan upaya kuratifdan rehabilitatif.
d.
Pelayanan perawatan kesehatan masyarakat harus
terjankau dan dapat diterima oleh semua orang dan merupakan bagian integral
darinupaya kesehatan.
e.
Pelayanan keperawatan
kesehatan masyarakat yang diberikan berlangsung dan berkesinambungan.
f.
Pelayanan
kesehatan masyarakat sebagai provider dan klien sebagai konsumer.
4. Peran Perawat komunitas
Menurut Effendy (1998)
peran yang dapat dilakukan perawat komunitas antara lain:
a.
Pelaksana pelayanan keperawatan
Yaitu sebagai pelaksana asuhan keperawatan kepada
individu, keluarga, kelompok atau masyarakat.
Baik yang sehat maupun yang sakit atau yang
mempunyai masalah kesehatan atau keperawatan apakah itu dirumah, di sekolah,
puskesmas, panti-panti dan sebagainya sesuai dengan kebutuhannya.
b.
Sebagai pendidik
Memberikan pendidikan kesehatan kepada individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat baik dirumah, di puskesmas, dan di masyarakat
secara terorganisir dalam rangka menanamkan perilaku sehat, sehingga terjadi
perubahan perilaku seperti yang diharapkan dalam mencapai tingkat kesehatn
optimal.
c.
Sebagai pengamat kesehatan
Melaksanakan monitoring terhadap perubahan-perubahan
yang terjadi pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang menyangkut
maslah kesehatan yang timbul serta berdampak terhadap status kesehatan melalui
kunjungan rumah, pertemuan-pertemuan, observasi dan pengumpulan data.
d.
Koordinator pelayanan kesehatan
Mengkoordinator seluruh upaya pelayaanan kesehatan
masyarakat dan puskesmas dlalam mencapai tujuan kesehatan melalui kerjasama
dengan tim kesehatan lainnya sehingga tercipta keterpaduan dalam sistem
pelayanan kesehatan. Dengan demikian pelayanan kesehatan yang diberikan
merupakan suatu kegiatan yang nenyeluruh dan tidak terpisah-pisah antara satu
dengan yang lain.
e.
Sebagai pembaharu (inovator)
Perawat kesehatan masyarakat dapat berperan sebagai
agen pembaharu terhadap individu, keluarga, kelompok dan masyarakat terutama
dalam merubah perilaku dan pola hidup yang erat kaitannya denagan peningkatan
dan pemeliharaan kesehatan.
f.
Pengorganisir pelayanan kesehatan (organisator)
Perawat kesehatan masyarakat dapat berperan dalam
memberikan motivasi dalam rangka meningkatkan keikutsertaan masyarakat
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam setiap upaya pelayanan
kesehatan yang dilaksanakan oleh masyarakat misalnya kegiatan posyand, dana
sehat, mulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap penilaian.
g.
Sebagai panutan atau role model
Perawat kesehatan masyarakat harus dapat memberikan
contoh yang baik dalam bidang kesehatan pada individu, keluarga dan kelompok.
h.
Sebagai tempat bertanya(fasilitator)
Perawat kesehatan masyarakat dapat dijadiakan tempat
bertanya individu, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk memecahkan berbagai
masalah kesehatan dan keperawatan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.
i.
Sebagai pengelola
Perawat kesehatan masyarakat diharapkan dapat
mengelola berbagai kegiatan pelayanan kesehatan puskesmas damn masyarakat
sesuai dengan beban tugas dan tanggung jawab yang diembankan kepadanya.
5. Strategi dalam Kesehatan Komunitas
Strategi yang
digunakan dalam perawatan komunitas untuk meningkatkan derajat kesehatan dalam
masyarakat yaitu menggunakan prinsip H.L blum yang menyatakan bahwa derajat kesehatan
dipengaruhi oleh empat faktor yaitu:
a.
Linkungan
Lingkungan merupakan faktor dominan mempengaruhi
kesehatan masyarakat, karenqa dilingkunganlah manusia mengadakan interaksi dan
interalasidalam proses kehidupannya, baik lingkungan fisik, psikologis,
sosial-budaya, ekonomi.
b.
Perilaku
Perilaku masyarakat dapat dipengaruhi oleh berbagai
macam diantaranya yaitu: kebiasaan norma dan adat istiadat di masyarakat.
c.
Pelayanan Kesehatan
Untuk pelayanan kesehatan, hendaknya fasilitas
kesehatan terjangkau oleh masyarakat.
d.
Kependudukan atau keturunan
Faktor keturunan adalah yang dibawa oleh keluarga
yang diturunkan sejak lahir hal ini juga sangat mempengaruhi status derajat
kesehatan di masyarakat.
B. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS
Menurut WHO 1974 perawatan kesehtan masyarakat
adalah selain mencakup perawatan kesehatan keluarga juga meliputi atau
memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat luas, membantu masyarakat
mengidentifikasi maslah kesehatan sendiri serta memecahkan masalah kesehatan tersebut
sesuai dengan kemampuan yang ada pada mereka atau meminta bantuan kepada orang
lain.
Menurut B.freeman (1981) keperawatan kesehatan
masyarakat adalah kesatuan yang unit praktek keperawatan dan kesehatan
masyarakat yang ditujukan kepada pengembangan dan peningkatan kemampuan
kesehatan baik sendiri sebagai perorangan maupun secara kolektif sebagai
keluarga, kelompok khusus atau masyarakat, pelayanan ini mencakup spektrum
kesehatan masyarakat.
Pelaksanaan perawatan kesehatan masyarakat menurut
Effendy (1998) dilakukan melaui beberapa tahapan yang tercakup dalam proses
keperawatan dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah (problem solving approach) yang dinamis
dalam memperbaiki dan memelihara kesehatan individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat.
Dalam melaksanakan asuhan keperawatan kesehatan
masyarakat, metode yang digunakan adalah proses keperawatan sebagai suatu
pendekatan ilmiah didalam bidang keperawatan, melalui tahap-tahap sebagai
berikut:
a. Pengkajian
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan perawat
kesehatan masyarakat dalam mengkaji masalah kesehatan baik di tingkat individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat adalah:
1)
Pengumpulan Data
Kegiatan
ini dilakukan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang di hadapi individu,
keluarga, kelompok khusus dan masyarakat melalui wawancar, observasi, studi
dokumentasi dengan menggunakan instrumen pengumpula data dalam menghimpun informasi.
Pengkajian yang diperlukan adalah inti komunitas
beserta faktor lingkungannya. Elemen pengkajian komunitas menurut Anderson dan
MC.Forlane (1958) terdiri dari inti
komunitas, yaitu meliputi demografi; populasi; nilai-nilai keyakinan dan
riwayat induvidu termasuk riwayat kesehatan. Sedangkan faktor lingkungan adlah
lingkungan fisik, pendidikan, keamanan dan transportasi, politik dan
pemerintahan, pelayanan kesehatan dan sosial, komunikasi, ekonomi dan rekreasi.
Hal diatas perlu dikaji untuk menetapkan tindakan
yang sesuai dan efektif dalam langkah-langkah selanjutnya.
Data yang harus dikaji dari komunitas, mencakup :
a.
Penduduk sebagai struktur inti, yang dikaji adalah :
·
Konsep diri
·
Wilayah kesehatan yang ada
·
Statistik (distribusi usia, jenis kelamin, tingkat
pendidikan, mortalitas morbiditas, komposisi pekerjaan, dan tingkat penghasilan)
·
Budaya masyarakat sekitas
·
Duungan profesi atau masyarakat
b.
Lingkungan fisik, yang dikaji adalah :
·
Indentifikasi geopolitik
·
Bunyi, bising, bau, debu, dll yang terkait dengan
pencemaran
·
Fasilitas pelayanan kesehatan sosial
c.
Ekonomi, yang dikaji adalah :
·
Komposisi pekerjaan
·
Jumlah pengangguran
·
Sejauh mana ekonomi mempengaruhi kesehatan kelompok
·
Bagaimana prosentase anggota masyarakat yang hidup
digaris kemiskinan
d.
Keamanan dan transportasi yang dikaji adalah :
·
Jenis kriminalitas yang ada
·
Jenis pelayanan keamanan yang ada
·
Jenis transportasi yang digunakan masyarakat
e.
Politik dan pemerintahan, yang dikaji adalah :
·
Adakah struktur organisasi masyarakat
·
Apakah masyarakat mempunyai badan perkumpulan yang
normal
·
Keyakinan kelompok atau masyarakat tentang politik
f.
Pelayanan kesehatan dan sosial, yang dikaji adalah :
·
Jenis pelayanan yang ada
·
Sumber-sumber yang dapat digunakan
·
Karakteristik peakai
·
Statistik kunjungan
·
Apakah pelayanan yang ada dapat diterima secara
adekuat
g.
Komunikasi, yang dikaji adalah :
·
Bagaimana informasi dikomunikasikan
·
Pakah tersedia papan pengumuman
·
Apakah jenis area pertemuan kelompok
h.
Pendidikan, yang dikaji adalah :
·
Prosentase kelompok atau masyarakat yang buta huruf
·
Apakah kelompok memerlukan pengetahuan khusus
·
Apakah tersedia sumber pendidikan khusus
2)
Analisa Data
Analisa data dilaksanakan berdasarkan data yang
telah diperoleh dan disusun dalam suatu format yang sistematis. Dalam
menganalisa data memerlukan pemikiran yang kritis.
Data yang terkumpul kemudian dianalisa seberapa
besar faktor stressor yang mengancam dan seberapa berat reaksi yang timbul di
komunitas. Selanjutnya dirumuskan masalah atau diagnosa keperawatan. Menurut
Mueke (1987) masalah tersebut terdiri dari :
a.
Masalah sehat sakit
b.
Karakteristik populasi
c.
Karakteristik lingkungan
3)
Perumusan Masalah dan Diagnosa Keperawatan/
Kesehatan
Kegiatan ini dilakukan diberbagai tingkat sesuai
dengan urutan prioritasnya. Diagnosa keperawatan yang dirumuskan dapat aktual,
ancaman resiko atau wellness.
Dasar penentuan masalah keperawatan kesehatan
masyarakat antara lain :
a.
Masalah yang ditetapkan dari data umum
b.
Masalah yang dianalisa dari hasil kesenjangan
pelayanan kesehatan
Menetapkan skala
prioritas dilakukan untuk menentukan tindakan yang lebih dahulu ditanggulangi
karena dianggap dapat mengancam kehidupan masyarakat secara keseluruhan dengan
mempertimbangkan :
a.
Masalah spesifik yang mempengaruhi kesehatan
masyarakat
b.
Kebijaksanaan nasional dan wilayah setempat
c.
Kemampuan dan sumber daya masyarakat
d.
Keterlibatan, partisipasi dan peran serta masyarakat
Kriteria skala
prioritas :
a.
Perhatian masyarakat, meliputi pengetahuan, sikap,
keterlibatan emosi masyarakat terhadap masalah kesehatan yang dihadapi dan
urgensinya untuk segera ditanggulanginya
b.
Prevalensi menunjukkan jumlah kasus yang ditemukan
pada suatu kurun waktu tertentu
c.
Besarnya masalah adalah seberapa jauh masalah
tersebut dapat menimbulkan gangguan terhadap kesehatan masyarakat
d.
Kemungkinan masalah untuk dapat dikelola dengan
mempertimbangkan berbagai alternatif dalam cara-cara pengelolaan masalah yang
menyangkut biaya, sumber daya. Sarana yang tersedia dan kesulitan yang mungkin
timbu. (Effendi Nasrul, 1995)
b. Perencanaan
Perencanaan
diawali dengan prioritas masalah, perumusan tujuan jangka panjang, perumusan
masalah jangka pendek, mnetapkan rencana intervensi dan merumuskan rencana
evaluasi dalam merumuskan rencana keperawatan, beberapa hal yang harus
dilaksanakan adalah :
1.
Merumuskan Tujuan
Tujuan
terdiri dari 2 yaitu tujuan jangka panjang dan jangka pendek
Tujuan jangka panjag adalah target akhir dari
kegiatan atau hasil akhir yang diharapkan dari rangkaian proses pemecahan suatu
masalah keperawatan. Biasanya berorientasi pada perubahan perilaku.
Tujuan jangka pendek adalah hasil yag diharapkn dari
setiap akhir kegiatan yang dilakukan pada waktu tertentu. Tujuan jangka pendek
merupakan tujuan antara untuk mencapai tujuan jangka panjang
Pedoman menetapkan tujuan jangka panjang dan jangka
pendek dirumuskan terfokus pada klien. Tujuan jangka panjang berorientasi pada
penyelesaian satu diagnosa keperawatan. Tujuan jangka pendek disesuaikan dengan
penjabaran tujuan jangka panjang. Tujuan jangka panjang terdiri dari indikator
performance yang luas spesifik mengembangkan tujuan didasarkan pada prinsip
ilmiah dan praktek.
2.
Menetpkan rencana intervensi
·
Apa yang akan dilakukan
·
Kapan akan dilakukan
·
Bagaimana akan melakukan
·
Siapa yang akan melakukan
·
Berapa banyak yang akan dilakukan
·
Memperhatikan
·
Program/ orgnisasi yang ada
·
Situasi
·
Sumber daya
·
Program yang lalu
·
Menetapkan aktivitas untuk setiap tujuan
·
Merumuskan rencana evaluasi kedalam kriteria dan
standard
·
Standar adalah tolok ukur dari kegiatan tertentu
·
Standard adalah tingkat penampilan sesaui dengan
tolok uur yang ada
c. Pelaksanaan
Pada tahap ini rencana yang telah
disusun dilaksanakan dengan melibatkan individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat sepenuhnya dalam mengatasi masalah kesehatan dan keperawatan yang
dihadapi. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan kegiatan
perawatan kesehatan masyarakat adalah :
a)
Melaksanakan kerjasama lintas program dan lintas
sektroral dengan instansi terkait
b)
Mengikutsertakan partisipasi aktif individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatannya
c)
Memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di
masyarakat
Level pencegahan dalam pelaksanaan prkatik
keperawatan komunitas terdiri atas :
1)
Pencegahan primer
Pencegahan
yang terjadi sebelum sakit atau ketidak fungsinya dan diaplikasikannya kedalam
populasi sehat pada umumnya dan perlindungan khusus terhadap penyakit
2)
Pencegahan sekunder
Pencegahan
sekunder menekankan diagnosa diri dan intervensi yang tepat untuk menghambat
proses patologis, sehingga memperpendek waktu sakit dan tingkat keparahan
3)
Pencegahan tersier
Pencegahan
tersier dimulai pada saat cacat atau terjadi ketidakmampuan sambil stabilatau
menetap atau tidak dapat diperbaiki sama sekali. Rehabilitasi sebagai pencegahan
primer lebih dari uapaya menghambat proses penyakit sendiri, yaitu
mengembalikan individu kepada tingkat berfungsi yang optimal dari
ketidakmampuannya
d. Penilaian/ Evaluasi
Evaluasi dilakukan atas respon komunitas terhadap
program kesehatan. Hal-hal yang perlu dievaluasi adalah masukan (input),
pelaksanaan (proses) dan hasil akhir (output)
Penilaian yang dilakukan berkaitan dengan tujuan
yang akan dicapai, sesai dengan perencanaan yang telah disusun semula. Ada 4
dimensi yang harus dipertimbangkan dalam melaksanakan penilaian, yaitu :
a)
Daya guna
b)
Hasil guna
c)
Kelayakan
d)
Kecukupan
Fokus evaluasi adalah :
a)
Relevansi atau hubungan antara kenyataan yang ada
dengan pelaksanaan
b)
Perkembangan atau kemajuan proses
c)
Efisiensi biaya
d)
Efektifitas kerja
e)
Dampak
Kegiatan evaluasi yang
dilakukan :
a)
Untuk mengukur keberhasilan
b)
Selama evaluasi, perawat mengumpulkan data dan
menganalisanya, apakah terjadi perubahan kondisi atau tidak
c)
Merupakan respon masyarakat terhadap program
kesehatan
Hal-hal yang perlu dievaluasi
a)
Relevansi program dengan kebutuhan masyarakat
b)
Rencana yang dibuat
c)
Efisiensi biaya
d)
Efektifitas program
e)
Dampak aktivitas program untuk jangka panjang
Jenis-jenis evaluasi
a)
Evaluasi Promotif
-
Menilai aktivitas program setiap hari
-
Sifatnya sesaat
b)
Evaluasi sumatif
-
Menilai aktivitas jangka panjang
-
Dilakukan diakhir program
Tujuan akhir
perawatan komunitas adalah kemandirian keluarga yang terkait dengan lima tugas
kesehatan, yaitu : mengenal masalah kesehatan, mengambil keputusan tindakan
kesehatan, merawat anggota keluarga, menciptakan lingkungan yang dapat
mendukung upaya peningkatan kesehatan keluarga serta memanfaatkan fasilitas
pelayanan kesehatan yang tersedia, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah
pemecahan masalah keperawatan yaitu melalui proses keperawatan.
C. KONSEP DASAR PENYAKIT
1. Infeksi Saluran
Pernafasan Atas
a. Pengertian
Infeksi Saluran Pernafasan
Atas ( ISPA ) adalah infeksi saluran pernapasan yang berlangsung sampai 14
hari. Yang dimaksud saluran pernafasan adalah organ mulai dari hidung sampai
gelembung paru,beserta organ-organ disekitarna seperti : sinus,ruang telinga
tengah dan selaput paru. (
Setiowulan, 2001 )
Infeksi Saluran Pernafasan
Atas ( ISPA ) adalah penyakit yang menyerang sebagian saluran pernafasan dari
hidung sampai alveolus. ( Rudolph, 2006 )
b. Faktor yang mempengaruhi ISPA
1.
Keadaan gizi kurang
2.
Lingkungan yang tidak sehat
3.
Tertular dari orang lain
4.
Perilaku tidak sehat
Depkes
RI, Pedoman Pemberantasan Penyakit ISPA, 2001
c. Tanda dan gejala ispa
1. Demam,
pada neonatus mungkin jarang terjadi tetapi gejala demam muncul jika anak sudah
mencaapai usia 6 bulan sampai dengan 3 tahun. Seringkali demam muncul sebagai
tanda pertama terjadinya infeksi. Suhu tubuh bisa mencapai 39,5OC-40,5OC.
2. Meningismus,
adalah tanda meningeal tanpa adanya infeksi pada meningens, biasanya terjadi
selama periodik bayi mengalami panas, gejalanya adalah nyeri kepala, kaku dan
nyeri pada punggung serta kuduk, terdapatnya tanda kernig dan brudzinski.
3. Anorexia,
biasa terjadi pada semua bayi yang mengalami sakit. Bayi akan menjadi susah
minum dan bhkan tidak mau minum.
4. Vomiting,
biasanya muncul dalam periode sesaat tetapi juga bisa selama bayi tersebut
mengalami sakit.
5. Diare
(mild transient diare), seringkali terjadi
mengiringi infeksi saluran pernafasan akibat infeksi virus.
6. Abdominal
pain,
nyeri pada abdomen mungkin disebabkan karena adanya lymphadenitis
mesenteric.
7. Sumbatan
pada jalan nafas/ Nasal, pada saluran nafas
yang sempit akan lebih mudah tersumbat oleh karena banyaknya sekret.
8. Batuk,
merupakan tanda umum dari tejadinya infeksi saluran pernafasan, mungkin tanda
ini merupakan tanda akut dari terjadinya infeksi saluran pernafasan.
9. Suara
nafas, biasa terdapat wheezing, stridor,
crackless, dan tidak terdapatnya suara pernafasan
(Whaley and Wong; 1991; 1419).
d. Cara penularan
1.
Air ludah
2.
Bersin
3.
Udara pernafasan yang mengandung kuman yang terhirup
oleh orang sehat kesaluran pernafasan
e. Komplikasi ispa
1)
Infeksi telinga
2)
Radang bronkus
3)
Radang paru
4)
Infeksi selaput otak ( meningitis )
2. HIPERTENSI
Menurut WHO, batas tekanan darah yang masih dianggap normal adalah 140/90 mmHg dan tekanan darah sama atau diatas 160/95 mmHg dinyatakan sebagai hipertensi (Soeparman, 1999) Kenaikan tekanan darah batas atasnya ≥ 140 mmHg dan tekanan darah batas bawahnya ≥ 90 mmHg. Jika tekanan darah anda adalah 160/95, maka: batas atasnya: 160 mmHg batas bawahnya: 95 mmHg
a. Klasifikasi Hipertensi
Secara klinis derajat hipertensi dapat dikelompokkan sesuai
dengan rekomendasi dari “The Sixth Report of The Join National Committee,
Prevention, Detection and Treatment of High Blood Pressure “ (JNC – VI, 1997) sebagai
berikut :
|
No
|
Kategori
|
Sistolik(mmHg)
|
Diastolik(mmHg)
|
|
1.
|
Optimal
|
<120
|
<80
|
|
2.
|
Normal
|
120 –
129
|
80 – 84
|
|
3.
|
High
Normal
|
130 –
139
|
85 – 89
|
|
4.
|
Hipertensi
|
||
|
Grade 1
(ringan)
|
140 –
159
|
90 – 99
|
|
|
Grade 2
(sedang)
|
160 –
179
|
100 –
109
|
|
|
Grade 3
(berat)
|
180 –
209
|
100 –
119
|
|
|
Grade 4
(sangat berat)
|
>210
|
>120
|
b. Penyebab Hipertensi
Penyebab Hipertensi antara lain : ( Lany Gunawan, 2001 )
a.
Asupan garam yang tinggi
b.
Stress psikologis
c.
Faktor genetic (keturunan)
d.
Kurang olah raga
e. Kebiasaan hidup yang tidak baik seperti merokok dan
alkohol
f. Penyempitan pembuluh darah oleh lemak/kolesterol tinggi
c. Tanda Dan Gejala
Menurut Rokhaeni ( 2001 ),
tanda dan gejala beberapa pasien yang
menderita hipertensi yaitu :
a.
Mengeluh sakit kepala, pusing
b.
Lemas, kelelahan
c.
Sesak nafas
d.
Gelisah
e.
Mual
f.
Muntah
g.
Epistaksis
h.
Kesadaran menurun
d. Komplikasi
1. Penyakit Jantung: Gagal Jantung
2. Penyakit Ginjal: Gagal Ginjal
3. Otak: Serangan Stroke
3. REMATIK
a.
Pengertian
Artritis Reumatoid ( AR ) adalah kelainan inflamasi yang terutama mengenai membran sinovial dari persendian dan umumnya ditandai dengan dengan nyeri persendian, kaku sendi, penurunan mobilitas, dan keletihan ( Baughman, 2000 ).
Arhtritis reumatoid adalah suatu penyakit inflamasi kronik dengan manifestasi utama poliartritis progresif dan melibatkan seluruh organ tubuh. (Mansjour, 2001)
Reumatik dapat terjadi pada semua jenjang umur dari kanak-kanak sampai usia lanjut. Namun resiko akan meningkat dengan meningkatnya umur. (Felson dalam Budi Darmojo, 1999)
Artritis Reumatoid adalah penyakit autoimun sistemik kronis yang tidak diketahui penyebabnya dikarekteristikan dengan reaksi inflamasi dalam membrane sinovial yang mengarah pada destruksi kartilago sendi dan deformitas lebih lanjut. ( Susan Martin Tucker.1998 )
b.
Penyebab
Penyebab utama penyakit Reumatik masih belum diketahui secara pasti. Ada beberapa teori yang dikemukakan sebagai penyebab Artritis Reumatoid, yaitu (Smeltzer & Bare 2001) :
1.
Infeksi Streptokkus hemolitikus dan
Streptococcus non-hemolitikus.
2.
Endokrin
3.
Autoimmun
4.
Metabolik
5.
Faktor genetik serta pemicu
lingkungan
Pada saat ini Artritis rheumatoid diduga disebabkan oleh faktor autoimun dan infeksi. Autoimun ini bereaksi terhadap kolagen tipe II; faktor infeksi mungkin disebabkan oleh karena virus dan organisme mikroplasma atau grup difterioid yang menghasilkan antigen tipe II kolagen dari tulang rawan sendi penderita.
c.
Tanda-tanda rematik
-
Kaku pada persendian saat bangun tidur pada pagi hari
-
Persendian bengkak
-
Sendi terasa sakit
-
Cepat lelah
-
Nafsu makan menurun
-
Ganguan gerak
-
Kelemahan otot
d.
Bagian Tubuh Yang Sering
Terkena Rematik
-
Pergelangan tangan
-
Pergelangan siku
-
Pergelangan kaki
-
Persendiaan tangan dan kaki
e.
Cara Penanganan
-
Istirahat yang cukup
-
Olahraga teratur dan tidak berlebihan
-
Jangan mandi terlalu malam
-
Diit seimbang
-
Minum air putih minimal 8 gelas sehari
-
Kompres dengan air hangat
-
Ketika nyeri/ ngilu saat dirumah sedia obat-obatan penghangat
f.
Makanan Yang Dapat
Dikonsumsi
-
Ikan laut
-
Sayuran hijau dan kuning
-
Buah-Buahan
1. Definisi Komunitas
Menurut
koentjaraningrat
(1990) masyarakat adalah
sekumpulan manusia yang hidup bergaul, saling beriteraksi. Unit-unit masyarkat
adalah komunitas, keluarga, kelompok yang mempunyaitujuan dan nilai yang sama.
Dengan demikian ciri suatu komunitas adalah sebagai berikut:
a.
Kesatuan wilayah
b.
Kesatuan adat istiadat
c.
Rasa identitas komunitas
d.
Loyalitas terhadap komunitas
Koentjaraningrat
(1990) mendefinisikan komunitas sebagai suatu kesatuan hidup manusia, yang
menempati suatu wilayah nyata, dan yang berinteraksi menurut suatu sistem adat
istiadat, serta terikat oleh suatu rasa identitas suatu komunitas.
Masyarakat
sebagai suatu sistem sosial menunjukkan bahwa semua orang bersatu untuk saling
melindungi dalam kepentingan bersama, untuk berfungsi sebagai suatu kestuan dan
secara terus menerus mengadakan hubungan atau (interaksi) dengan sistem yang
lebih benar. Bagian-bagian yang saling berinteraksi tersebut merupakan
sub-sistem dari komuniti seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan
keluarga.
Keluarga adalah
suatu kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang dipersatukan oleh
hubungan darah, perkawinan, adopsi atau pengakuan sebagai anggota keluarga yang
tinggal bersama, satu kesatuan atau unit yang membina kerjasama yang bersumber
dari kebudayaan umum, dimana setiap anggotanya belajar dan melakukan peranannya
yang diharapkan. Keluarga sebagai suatu sistem sosial melakukan beberapa fungsi
yang paling dasar seperti memberikan
keturunan, sosilisasi, psikologiseleksi proteksi dan sebagainya.
2. Kesehatan Masyarakat
Peplau (1999) mengatakan bahwa kesehatan adalah proses yang
berlangsung mengarah pada kreativitas konstruktif dan produktif. Sedangkan
King.M.E dalam
Efendi, 1998 mengatakan bahwa
kesehatan adalah keadaan yang dinamis dalam siklus hidup dan memperoleh
adaptasi terus menerus terhadap stress.
Dalam perawatan
kesehatan masyarakat keluarga sebagai unit utama yang menjadi sasaran
pelayanan, karena keluarga merupakan unitb terkecil dari masyarakat atau
komunitas.
Apabila ada
salah satu anggota keluarga mempunyai masalah keperaatan atau kesehatan akan
mempengaruhi anggota keluarga yang lain, demikian pula terhadap kelompok dan
masyarakat disekitarnya. Masalah kesehatan keluarga saling berkaitan terhadap
anggota keluarga, kelompok maupun masyarakat secara keseluruhan, yang akhirnya
memberikan gambatran terhadap masalah kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
3. Falsafah Kesehatan Masyarakat
Falsafah adalah
keyakinan terhadap nilai-nilai yang menjadi pedoman untuk mencapai suatu tujuan
dan dipakai sebagai pandangan hidup.
Falsafah kesehatan masyrakat dapat dirumuskan
sebagai berikut
a.
Pelayanan perawatan kesehatan masyarakat adalah
suatu upaya berdasarkan kemanusiaan untuk meningkatkan pertumbuhan dan
perkembangan bagi terwujudnya manusia yang sehatkhususnya dan masyarakat yang
sehat pada umumnya.
b.
Pelayanan
perawatan kesehatan masyarakat adalah pekerjaan yang luhur dan manusia yang
ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
c.
Upaya promotif dan preventif merupakan upaya pokok
tanpa mengabaikan upaya kuratifdan rehabilitatif.
d.
Pelayanan perawatan kesehatan masyarakat harus
terjankau dan dapat diterima oleh semua orang dan merupakan bagian integral
darinupaya kesehatan.
e.
Pelayanan keperawatan
kesehatan masyarakat yang diberikan berlangsung dan berkesinambungan.
f.
Pelayanan
kesehatan masyarakat sebagai provider dan klien sebagai konsumer.
4. Peran Perawat komunitas
Menurut Effendy (1998)
peran yang dapat dilakukan perawat komunitas antara lain:
a.
Pelaksana pelayanan keperawatan
Yaitu sebagai pelaksana asuhan keperawatan kepada
individu, keluarga, kelompok atau masyarakat.
Baik yang sehat maupun yang sakit atau yang
mempunyai masalah kesehatan atau keperawatan apakah itu dirumah, di sekolah,
puskesmas, panti-panti dan sebagainya sesuai dengan kebutuhannya.
b.
Sebagai pendidik
Memberikan pendidikan kesehatan kepada individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat baik dirumah, di puskesmas, dan di masyarakat
secara terorganisir dalam rangka menanamkan perilaku sehat, sehingga terjadi
perubahan perilaku seperti yang diharapkan dalam mencapai tingkat kesehatn
optimal.
c.
Sebagai pengamat kesehatan
Melaksanakan monitoring terhadap perubahan-perubahan
yang terjadi pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang menyangkut
maslah kesehatan yang timbul serta berdampak terhadap status kesehatan melalui
kunjungan rumah, pertemuan-pertemuan, observasi dan pengumpulan data.
d.
Koordinator pelayanan kesehatan
Mengkoordinator seluruh upaya pelayaanan kesehatan
masyarakat dan puskesmas dlalam mencapai tujuan kesehatan melalui kerjasama
dengan tim kesehatan lainnya sehingga tercipta keterpaduan dalam sistem
pelayanan kesehatan. Dengan demikian pelayanan kesehatan yang diberikan
merupakan suatu kegiatan yang nenyeluruh dan tidak terpisah-pisah antara satu
dengan yang lain.
e.
Sebagai pembaharu (inovator)
Perawat kesehatan masyarakat dapat berperan sebagai
agen pembaharu terhadap individu, keluarga, kelompok dan masyarakat terutama
dalam merubah perilaku dan pola hidup yang erat kaitannya denagan peningkatan
dan pemeliharaan kesehatan.
f.
Pengorganisir pelayanan kesehatan (organisator)
Perawat kesehatan masyarakat dapat berperan dalam
memberikan motivasi dalam rangka meningkatkan keikutsertaan masyarakat
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam setiap upaya pelayanan
kesehatan yang dilaksanakan oleh masyarakat misalnya kegiatan posyand, dana
sehat, mulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap penilaian.
g.
Sebagai panutan atau role model
Perawat kesehatan masyarakat harus dapat memberikan
contoh yang baik dalam bidang kesehatan pada individu, keluarga dan kelompok.
h.
Sebagai tempat bertanya(fasilitator)
Perawat kesehatan masyarakat dapat dijadiakan tempat
bertanya individu, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk memecahkan berbagai
masalah kesehatan dan keperawatan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.
i.
Sebagai pengelola
Perawat kesehatan masyarakat diharapkan dapat
mengelola berbagai kegiatan pelayanan kesehatan puskesmas damn masyarakat
sesuai dengan beban tugas dan tanggung jawab yang diembankan kepadanya.
5. Strategi dalam Kesehatan Komunitas
Strategi yang
digunakan dalam perawatan komunitas untuk meningkatkan derajat kesehatan dalam
masyarakat yaitu menggunakan prinsip H.L blum yang menyatakan bahwa derajat kesehatan
dipengaruhi oleh empat faktor yaitu:
a.
Linkungan
Lingkungan merupakan faktor dominan mempengaruhi
kesehatan masyarakat, karenqa dilingkunganlah manusia mengadakan interaksi dan
interalasidalam proses kehidupannya, baik lingkungan fisik, psikologis,
sosial-budaya, ekonomi.
b.
Perilaku
Perilaku masyarakat dapat dipengaruhi oleh berbagai
macam diantaranya yaitu: kebiasaan norma dan adat istiadat di masyarakat.
c.
Pelayanan Kesehatan
Untuk pelayanan kesehatan, hendaknya fasilitas
kesehatan terjangkau oleh masyarakat.
d.
Kependudukan atau keturunan
Faktor keturunan adalah yang dibawa oleh keluarga
yang diturunkan sejak lahir hal ini juga sangat mempengaruhi status derajat
kesehatan di masyarakat.
B. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS
Menurut WHO 1974 perawatan kesehtan masyarakat
adalah selain mencakup perawatan kesehatan keluarga juga meliputi atau
memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat luas, membantu masyarakat
mengidentifikasi maslah kesehatan sendiri serta memecahkan masalah kesehatan tersebut
sesuai dengan kemampuan yang ada pada mereka atau meminta bantuan kepada orang
lain.
Menurut B.freeman (1981) keperawatan kesehatan
masyarakat adalah kesatuan yang unit praktek keperawatan dan kesehatan
masyarakat yang ditujukan kepada pengembangan dan peningkatan kemampuan
kesehatan baik sendiri sebagai perorangan maupun secara kolektif sebagai
keluarga, kelompok khusus atau masyarakat, pelayanan ini mencakup spektrum
kesehatan masyarakat.
Pelaksanaan perawatan kesehatan masyarakat menurut
Effendy (1998) dilakukan melaui beberapa tahapan yang tercakup dalam proses
keperawatan dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah (problem solving approach) yang dinamis
dalam memperbaiki dan memelihara kesehatan individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat.
Dalam melaksanakan asuhan keperawatan kesehatan
masyarakat, metode yang digunakan adalah proses keperawatan sebagai suatu
pendekatan ilmiah didalam bidang keperawatan, melalui tahap-tahap sebagai
berikut:
a. Pengkajian
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan perawat
kesehatan masyarakat dalam mengkaji masalah kesehatan baik di tingkat individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat adalah:
1)
Pengumpulan Data
Kegiatan
ini dilakukan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang di hadapi individu,
keluarga, kelompok khusus dan masyarakat melalui wawancar, observasi, studi
dokumentasi dengan menggunakan instrumen pengumpula data dalam menghimpun informasi.
Pengkajian yang diperlukan adalah inti komunitas
beserta faktor lingkungannya. Elemen pengkajian komunitas menurut Anderson dan
MC.Forlane (1958) terdiri dari inti
komunitas, yaitu meliputi demografi; populasi; nilai-nilai keyakinan dan
riwayat induvidu termasuk riwayat kesehatan. Sedangkan faktor lingkungan adlah
lingkungan fisik, pendidikan, keamanan dan transportasi, politik dan
pemerintahan, pelayanan kesehatan dan sosial, komunikasi, ekonomi dan rekreasi.
Hal diatas perlu dikaji untuk menetapkan tindakan
yang sesuai dan efektif dalam langkah-langkah selanjutnya.
Data yang harus dikaji dari komunitas, mencakup :
a.
Penduduk sebagai struktur inti, yang dikaji adalah :
·
Konsep diri
·
Wilayah kesehatan yang ada
·
Statistik (distribusi usia, jenis kelamin, tingkat
pendidikan, mortalitas morbiditas, komposisi pekerjaan, dan tingkat penghasilan)
·
Budaya masyarakat sekitas
·
Duungan profesi atau masyarakat
b.
Lingkungan fisik, yang dikaji adalah :
·
Indentifikasi geopolitik
·
Bunyi, bising, bau, debu, dll yang terkait dengan
pencemaran
·
Fasilitas pelayanan kesehatan sosial
c.
Ekonomi, yang dikaji adalah :
·
Komposisi pekerjaan
·
Jumlah pengangguran
·
Sejauh mana ekonomi mempengaruhi kesehatan kelompok
·
Bagaimana prosentase anggota masyarakat yang hidup
digaris kemiskinan
d.
Keamanan dan transportasi yang dikaji adalah :
·
Jenis kriminalitas yang ada
·
Jenis pelayanan keamanan yang ada
·
Jenis transportasi yang digunakan masyarakat
e.
Politik dan pemerintahan, yang dikaji adalah :
·
Adakah struktur organisasi masyarakat
·
Apakah masyarakat mempunyai badan perkumpulan yang
normal
·
Keyakinan kelompok atau masyarakat tentang politik
f.
Pelayanan kesehatan dan sosial, yang dikaji adalah :
·
Jenis pelayanan yang ada
·
Sumber-sumber yang dapat digunakan
·
Karakteristik peakai
·
Statistik kunjungan
·
Apakah pelayanan yang ada dapat diterima secara
adekuat
g.
Komunikasi, yang dikaji adalah :
·
Bagaimana informasi dikomunikasikan
·
Pakah tersedia papan pengumuman
·
Apakah jenis area pertemuan kelompok
h.
Pendidikan, yang dikaji adalah :
·
Prosentase kelompok atau masyarakat yang buta huruf
·
Apakah kelompok memerlukan pengetahuan khusus
·
Apakah tersedia sumber pendidikan khusus
2)
Analisa Data
Analisa data dilaksanakan berdasarkan data yang
telah diperoleh dan disusun dalam suatu format yang sistematis. Dalam
menganalisa data memerlukan pemikiran yang kritis.
Data yang terkumpul kemudian dianalisa seberapa
besar faktor stressor yang mengancam dan seberapa berat reaksi yang timbul di
komunitas. Selanjutnya dirumuskan masalah atau diagnosa keperawatan. Menurut
Mueke (1987) masalah tersebut terdiri dari :
a.
Masalah sehat sakit
b.
Karakteristik populasi
c.
Karakteristik lingkungan
3)
Perumusan Masalah dan Diagnosa Keperawatan/
Kesehatan
Kegiatan ini dilakukan diberbagai tingkat sesuai
dengan urutan prioritasnya. Diagnosa keperawatan yang dirumuskan dapat aktual,
ancaman resiko atau wellness.
Dasar penentuan masalah keperawatan kesehatan
masyarakat antara lain :
a.
Masalah yang ditetapkan dari data umum
b.
Masalah yang dianalisa dari hasil kesenjangan
pelayanan kesehatan
Menetapkan skala
prioritas dilakukan untuk menentukan tindakan yang lebih dahulu ditanggulangi
karena dianggap dapat mengancam kehidupan masyarakat secara keseluruhan dengan
mempertimbangkan :
a.
Masalah spesifik yang mempengaruhi kesehatan
masyarakat
b.
Kebijaksanaan nasional dan wilayah setempat
c.
Kemampuan dan sumber daya masyarakat
d.
Keterlibatan, partisipasi dan peran serta masyarakat
Kriteria skala
prioritas :
a.
Perhatian masyarakat, meliputi pengetahuan, sikap,
keterlibatan emosi masyarakat terhadap masalah kesehatan yang dihadapi dan
urgensinya untuk segera ditanggulanginya
b.
Prevalensi menunjukkan jumlah kasus yang ditemukan
pada suatu kurun waktu tertentu
c.
Besarnya masalah adalah seberapa jauh masalah
tersebut dapat menimbulkan gangguan terhadap kesehatan masyarakat
d.
Kemungkinan masalah untuk dapat dikelola dengan
mempertimbangkan berbagai alternatif dalam cara-cara pengelolaan masalah yang
menyangkut biaya, sumber daya. Sarana yang tersedia dan kesulitan yang mungkin
timbu. (Effendi Nasrul, 1995)
b. Perencanaan
Perencanaan
diawali dengan prioritas masalah, perumusan tujuan jangka panjang, perumusan
masalah jangka pendek, mnetapkan rencana intervensi dan merumuskan rencana
evaluasi dalam merumuskan rencana keperawatan, beberapa hal yang harus
dilaksanakan adalah :
1.
Merumuskan Tujuan
Tujuan
terdiri dari 2 yaitu tujuan jangka panjang dan jangka pendek
Tujuan jangka panjag adalah target akhir dari
kegiatan atau hasil akhir yang diharapkan dari rangkaian proses pemecahan suatu
masalah keperawatan. Biasanya berorientasi pada perubahan perilaku.
Tujuan jangka pendek adalah hasil yag diharapkn dari
setiap akhir kegiatan yang dilakukan pada waktu tertentu. Tujuan jangka pendek
merupakan tujuan antara untuk mencapai tujuan jangka panjang
Pedoman menetapkan tujuan jangka panjang dan jangka
pendek dirumuskan terfokus pada klien. Tujuan jangka panjang berorientasi pada
penyelesaian satu diagnosa keperawatan. Tujuan jangka pendek disesuaikan dengan
penjabaran tujuan jangka panjang. Tujuan jangka panjang terdiri dari indikator
performance yang luas spesifik mengembangkan tujuan didasarkan pada prinsip
ilmiah dan praktek.
2.
Menetpkan rencana intervensi
·
Apa yang akan dilakukan
·
Kapan akan dilakukan
·
Bagaimana akan melakukan
·
Siapa yang akan melakukan
·
Berapa banyak yang akan dilakukan
·
Memperhatikan
·
Program/ orgnisasi yang ada
·
Situasi
·
Sumber daya
·
Program yang lalu
·
Menetapkan aktivitas untuk setiap tujuan
·
Merumuskan rencana evaluasi kedalam kriteria dan
standard
·
Standar adalah tolok ukur dari kegiatan tertentu
·
Standard adalah tingkat penampilan sesaui dengan
tolok uur yang ada
c. Pelaksanaan
Pada tahap ini rencana yang telah
disusun dilaksanakan dengan melibatkan individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat sepenuhnya dalam mengatasi masalah kesehatan dan keperawatan yang
dihadapi. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan kegiatan
perawatan kesehatan masyarakat adalah :
a)
Melaksanakan kerjasama lintas program dan lintas
sektroral dengan instansi terkait
b)
Mengikutsertakan partisipasi aktif individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatannya
c)
Memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di
masyarakat
Level pencegahan dalam pelaksanaan prkatik
keperawatan komunitas terdiri atas :
1)
Pencegahan primer
Pencegahan
yang terjadi sebelum sakit atau ketidak fungsinya dan diaplikasikannya kedalam
populasi sehat pada umumnya dan perlindungan khusus terhadap penyakit
2)
Pencegahan sekunder
Pencegahan
sekunder menekankan diagnosa diri dan intervensi yang tepat untuk menghambat
proses patologis, sehingga memperpendek waktu sakit dan tingkat keparahan
3)
Pencegahan tersier
Pencegahan
tersier dimulai pada saat cacat atau terjadi ketidakmampuan sambil stabilatau
menetap atau tidak dapat diperbaiki sama sekali. Rehabilitasi sebagai pencegahan
primer lebih dari uapaya menghambat proses penyakit sendiri, yaitu
mengembalikan individu kepada tingkat berfungsi yang optimal dari
ketidakmampuannya
d. Penilaian/ Evaluasi
Evaluasi dilakukan atas respon komunitas terhadap
program kesehatan. Hal-hal yang perlu dievaluasi adalah masukan (input),
pelaksanaan (proses) dan hasil akhir (output)
Penilaian yang dilakukan berkaitan dengan tujuan
yang akan dicapai, sesai dengan perencanaan yang telah disusun semula. Ada 4
dimensi yang harus dipertimbangkan dalam melaksanakan penilaian, yaitu :
a)
Daya guna
b)
Hasil guna
c)
Kelayakan
d)
Kecukupan
Fokus evaluasi adalah :
a)
Relevansi atau hubungan antara kenyataan yang ada
dengan pelaksanaan
b)
Perkembangan atau kemajuan proses
c)
Efisiensi biaya
d)
Efektifitas kerja
e)
Dampak
Kegiatan evaluasi yang
dilakukan :
a)
Untuk mengukur keberhasilan
b)
Selama evaluasi, perawat mengumpulkan data dan
menganalisanya, apakah terjadi perubahan kondisi atau tidak
c)
Merupakan respon masyarakat terhadap program
kesehatan
Hal-hal yang perlu dievaluasi
a)
Relevansi program dengan kebutuhan masyarakat
b)
Rencana yang dibuat
c)
Efisiensi biaya
d)
Efektifitas program
e)
Dampak aktivitas program untuk jangka panjang
Jenis-jenis evaluasi
a)
Evaluasi Promotif
-
Menilai aktivitas program setiap hari
-
Sifatnya sesaat
b)
Evaluasi sumatif
-
Menilai aktivitas jangka panjang
-
Dilakukan diakhir program
Tujuan akhir
perawatan komunitas adalah kemandirian keluarga yang terkait dengan lima tugas
kesehatan, yaitu : mengenal masalah kesehatan, mengambil keputusan tindakan
kesehatan, merawat anggota keluarga, menciptakan lingkungan yang dapat
mendukung upaya peningkatan kesehatan keluarga serta memanfaatkan fasilitas
pelayanan kesehatan yang tersedia, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah
pemecahan masalah keperawatan yaitu melalui proses keperawatan.
C. KONSEP DASAR PENYAKIT
1. Infeksi Saluran
Pernafasan Atas
a. Pengertian
Infeksi Saluran Pernafasan
Atas ( ISPA ) adalah infeksi saluran pernapasan yang berlangsung sampai 14
hari. Yang dimaksud saluran pernafasan adalah organ mulai dari hidung sampai
gelembung paru,beserta organ-organ disekitarna seperti : sinus,ruang telinga
tengah dan selaput paru. (
Setiowulan, 2001 )
Infeksi Saluran Pernafasan
Atas ( ISPA ) adalah penyakit yang menyerang sebagian saluran pernafasan dari
hidung sampai alveolus. ( Rudolph, 2006 )
b. Faktor yang mempengaruhi ISPA
1.
Keadaan gizi kurang
2.
Lingkungan yang tidak sehat
3.
Tertular dari orang lain
4.
Perilaku tidak sehat
Depkes
RI, Pedoman Pemberantasan Penyakit ISPA, 2001
c. Tanda dan gejala ispa
1. Demam,
pada neonatus mungkin jarang terjadi tetapi gejala demam muncul jika anak sudah
mencaapai usia 6 bulan sampai dengan 3 tahun. Seringkali demam muncul sebagai
tanda pertama terjadinya infeksi. Suhu tubuh bisa mencapai 39,5OC-40,5OC.
2. Meningismus,
adalah tanda meningeal tanpa adanya infeksi pada meningens, biasanya terjadi
selama periodik bayi mengalami panas, gejalanya adalah nyeri kepala, kaku dan
nyeri pada punggung serta kuduk, terdapatnya tanda kernig dan brudzinski.
3. Anorexia,
biasa terjadi pada semua bayi yang mengalami sakit. Bayi akan menjadi susah
minum dan bhkan tidak mau minum.
4. Vomiting,
biasanya muncul dalam periode sesaat tetapi juga bisa selama bayi tersebut
mengalami sakit.
5. Diare
(mild transient diare), seringkali terjadi
mengiringi infeksi saluran pernafasan akibat infeksi virus.
6. Abdominal
pain,
nyeri pada abdomen mungkin disebabkan karena adanya lymphadenitis
mesenteric.
7. Sumbatan
pada jalan nafas/ Nasal, pada saluran nafas
yang sempit akan lebih mudah tersumbat oleh karena banyaknya sekret.
8. Batuk,
merupakan tanda umum dari tejadinya infeksi saluran pernafasan, mungkin tanda
ini merupakan tanda akut dari terjadinya infeksi saluran pernafasan.
9. Suara
nafas, biasa terdapat wheezing, stridor,
crackless, dan tidak terdapatnya suara pernafasan
(Whaley and Wong; 1991; 1419).
d. Cara penularan
1.
Air ludah
2.
Bersin
3.
Udara pernafasan yang mengandung kuman yang terhirup
oleh orang sehat kesaluran pernafasan
e. Komplikasi ispa
1)
Infeksi telinga
2)
Radang bronkus
3)
Radang paru
4)
Infeksi selaput otak ( meningitis )
2. HIPERTENSI
Menurut WHO, batas tekanan darah yang masih dianggap normal adalah 140/90 mmHg dan tekanan darah sama atau diatas 160/95 mmHg dinyatakan sebagai hipertensi (Soeparman, 1999) Kenaikan tekanan darah batas atasnya ≥ 140 mmHg dan tekanan darah batas bawahnya ≥ 90 mmHg. Jika tekanan darah anda adalah 160/95, maka: batas atasnya: 160 mmHg batas bawahnya: 95 mmHg
a. Klasifikasi Hipertensi
Secara klinis derajat hipertensi dapat dikelompokkan sesuai
dengan rekomendasi dari “The Sixth Report of The Join National Committee,
Prevention, Detection and Treatment of High Blood Pressure “ (JNC – VI, 1997) sebagai
berikut :
|
No
|
Kategori
|
Sistolik(mmHg)
|
Diastolik(mmHg)
|
|
1.
|
Optimal
|
<120
|
<80
|
|
2.
|
Normal
|
120 –
129
|
80 – 84
|
|
3.
|
High
Normal
|
130 –
139
|
85 – 89
|
|
4.
|
Hipertensi
|
||
|
Grade 1
(ringan)
|
140 –
159
|
90 – 99
|
|
|
Grade 2
(sedang)
|
160 –
179
|
100 –
109
|
|
|
Grade 3
(berat)
|
180 –
209
|
100 –
119
|
|
|
Grade 4
(sangat berat)
|
>210
|
>120
|
b. Penyebab Hipertensi
Penyebab Hipertensi antara lain : ( Lany Gunawan, 2001 )
a.
Asupan garam yang tinggi
b.
Stress psikologis
c.
Faktor genetic (keturunan)
d.
Kurang olah raga
e. Kebiasaan hidup yang tidak baik seperti merokok dan
alkohol
f. Penyempitan pembuluh darah oleh lemak/kolesterol tinggi
c. Tanda Dan Gejala
Menurut Rokhaeni ( 2001 ),
tanda dan gejala beberapa pasien yang
menderita hipertensi yaitu :
a.
Mengeluh sakit kepala, pusing
b.
Lemas, kelelahan
c.
Sesak nafas
d.
Gelisah
e.
Mual
f.
Muntah
g.
Epistaksis
h.
Kesadaran menurun
d. Komplikasi
1. Penyakit Jantung: Gagal Jantung
2. Penyakit Ginjal: Gagal Ginjal
3. Otak: Serangan Stroke
3. REMATIK
a.
Pengertian
Artritis Reumatoid ( AR ) adalah kelainan inflamasi yang terutama mengenai membran sinovial dari persendian dan umumnya ditandai dengan dengan nyeri persendian, kaku sendi, penurunan mobilitas, dan keletihan ( Baughman, 2000 ).
Arhtritis reumatoid adalah suatu penyakit inflamasi kronik dengan manifestasi utama poliartritis progresif dan melibatkan seluruh organ tubuh. (Mansjour, 2001)
Reumatik dapat terjadi pada semua jenjang umur dari kanak-kanak sampai usia lanjut. Namun resiko akan meningkat dengan meningkatnya umur. (Felson dalam Budi Darmojo, 1999)
Artritis Reumatoid adalah penyakit autoimun sistemik kronis yang tidak diketahui penyebabnya dikarekteristikan dengan reaksi inflamasi dalam membrane sinovial yang mengarah pada destruksi kartilago sendi dan deformitas lebih lanjut. ( Susan Martin Tucker.1998 )
b.
Penyebab
Penyebab utama penyakit Reumatik masih belum diketahui secara pasti. Ada beberapa teori yang dikemukakan sebagai penyebab Artritis Reumatoid, yaitu (Smeltzer & Bare 2001) :
1.
Infeksi Streptokkus hemolitikus dan
Streptococcus non-hemolitikus.
2.
Endokrin
3.
Autoimmun
4.
Metabolik
5.
Faktor genetik serta pemicu
lingkungan
Pada saat ini Artritis rheumatoid diduga disebabkan oleh faktor autoimun dan infeksi. Autoimun ini bereaksi terhadap kolagen tipe II; faktor infeksi mungkin disebabkan oleh karena virus dan organisme mikroplasma atau grup difterioid yang menghasilkan antigen tipe II kolagen dari tulang rawan sendi penderita.
c.
Tanda-tanda rematik
-
Kaku pada persendian saat bangun tidur pada pagi hari
-
Persendian bengkak
-
Sendi terasa sakit
-
Cepat lelah
-
Nafsu makan menurun
-
Ganguan gerak
-
Kelemahan otot
d.
Bagian Tubuh Yang Sering
Terkena Rematik
-
Pergelangan tangan
-
Pergelangan siku
-
Pergelangan kaki
-
Persendiaan tangan dan kaki
e.
Cara Penanganan
-
Istirahat yang cukup
-
Olahraga teratur dan tidak berlebihan
-
Jangan mandi terlalu malam
-
Diit seimbang
-
Minum air putih minimal 8 gelas sehari
-
Kompres dengan air hangat
-
Ketika nyeri/ ngilu saat dirumah sedia obat-obatan penghangat
f.
Makanan Yang Dapat
Dikonsumsi
-
Ikan laut
-
Sayuran hijau dan kuning
-
Buah-Buahan
1. Definisi Komunitas
Menurut
koentjaraningrat
(1990) masyarakat adalah
sekumpulan manusia yang hidup bergaul, saling beriteraksi. Unit-unit masyarkat
adalah komunitas, keluarga, kelompok yang mempunyaitujuan dan nilai yang sama.
Dengan demikian ciri suatu komunitas adalah sebagai berikut:
a.
Kesatuan wilayah
b.
Kesatuan adat istiadat
c.
Rasa identitas komunitas
d.
Loyalitas terhadap komunitas
Koentjaraningrat
(1990) mendefinisikan komunitas sebagai suatu kesatuan hidup manusia, yang
menempati suatu wilayah nyata, dan yang berinteraksi menurut suatu sistem adat
istiadat, serta terikat oleh suatu rasa identitas suatu komunitas.
Masyarakat
sebagai suatu sistem sosial menunjukkan bahwa semua orang bersatu untuk saling
melindungi dalam kepentingan bersama, untuk berfungsi sebagai suatu kestuan dan
secara terus menerus mengadakan hubungan atau (interaksi) dengan sistem yang
lebih benar. Bagian-bagian yang saling berinteraksi tersebut merupakan
sub-sistem dari komuniti seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan
keluarga.
Keluarga adalah
suatu kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang dipersatukan oleh
hubungan darah, perkawinan, adopsi atau pengakuan sebagai anggota keluarga yang
tinggal bersama, satu kesatuan atau unit yang membina kerjasama yang bersumber
dari kebudayaan umum, dimana setiap anggotanya belajar dan melakukan peranannya
yang diharapkan. Keluarga sebagai suatu sistem sosial melakukan beberapa fungsi
yang paling dasar seperti memberikan
keturunan, sosilisasi, psikologiseleksi proteksi dan sebagainya.
2. Kesehatan Masyarakat
Peplau (1999) mengatakan bahwa kesehatan adalah proses yang
berlangsung mengarah pada kreativitas konstruktif dan produktif. Sedangkan
King.M.E dalam
Efendi, 1998 mengatakan bahwa
kesehatan adalah keadaan yang dinamis dalam siklus hidup dan memperoleh
adaptasi terus menerus terhadap stress.
Dalam perawatan
kesehatan masyarakat keluarga sebagai unit utama yang menjadi sasaran
pelayanan, karena keluarga merupakan unitb terkecil dari masyarakat atau
komunitas.
Apabila ada
salah satu anggota keluarga mempunyai masalah keperaatan atau kesehatan akan
mempengaruhi anggota keluarga yang lain, demikian pula terhadap kelompok dan
masyarakat disekitarnya. Masalah kesehatan keluarga saling berkaitan terhadap
anggota keluarga, kelompok maupun masyarakat secara keseluruhan, yang akhirnya
memberikan gambatran terhadap masalah kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
3. Falsafah Kesehatan Masyarakat
Falsafah adalah
keyakinan terhadap nilai-nilai yang menjadi pedoman untuk mencapai suatu tujuan
dan dipakai sebagai pandangan hidup.
Falsafah kesehatan masyrakat dapat dirumuskan
sebagai berikut
a.
Pelayanan perawatan kesehatan masyarakat adalah
suatu upaya berdasarkan kemanusiaan untuk meningkatkan pertumbuhan dan
perkembangan bagi terwujudnya manusia yang sehatkhususnya dan masyarakat yang
sehat pada umumnya.
b.
Pelayanan
perawatan kesehatan masyarakat adalah pekerjaan yang luhur dan manusia yang
ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
c.
Upaya promotif dan preventif merupakan upaya pokok
tanpa mengabaikan upaya kuratifdan rehabilitatif.
d.
Pelayanan perawatan kesehatan masyarakat harus
terjankau dan dapat diterima oleh semua orang dan merupakan bagian integral
darinupaya kesehatan.
e.
Pelayanan keperawatan
kesehatan masyarakat yang diberikan berlangsung dan berkesinambungan.
f.
Pelayanan
kesehatan masyarakat sebagai provider dan klien sebagai konsumer.
4. Peran Perawat komunitas
Menurut Effendy (1998)
peran yang dapat dilakukan perawat komunitas antara lain:
a.
Pelaksana pelayanan keperawatan
Yaitu sebagai pelaksana asuhan keperawatan kepada
individu, keluarga, kelompok atau masyarakat.
Baik yang sehat maupun yang sakit atau yang
mempunyai masalah kesehatan atau keperawatan apakah itu dirumah, di sekolah,
puskesmas, panti-panti dan sebagainya sesuai dengan kebutuhannya.
b.
Sebagai pendidik
Memberikan pendidikan kesehatan kepada individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat baik dirumah, di puskesmas, dan di masyarakat
secara terorganisir dalam rangka menanamkan perilaku sehat, sehingga terjadi
perubahan perilaku seperti yang diharapkan dalam mencapai tingkat kesehatn
optimal.
c.
Sebagai pengamat kesehatan
Melaksanakan monitoring terhadap perubahan-perubahan
yang terjadi pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang menyangkut
maslah kesehatan yang timbul serta berdampak terhadap status kesehatan melalui
kunjungan rumah, pertemuan-pertemuan, observasi dan pengumpulan data.
d.
Koordinator pelayanan kesehatan
Mengkoordinator seluruh upaya pelayaanan kesehatan
masyarakat dan puskesmas dlalam mencapai tujuan kesehatan melalui kerjasama
dengan tim kesehatan lainnya sehingga tercipta keterpaduan dalam sistem
pelayanan kesehatan. Dengan demikian pelayanan kesehatan yang diberikan
merupakan suatu kegiatan yang nenyeluruh dan tidak terpisah-pisah antara satu
dengan yang lain.
e.
Sebagai pembaharu (inovator)
Perawat kesehatan masyarakat dapat berperan sebagai
agen pembaharu terhadap individu, keluarga, kelompok dan masyarakat terutama
dalam merubah perilaku dan pola hidup yang erat kaitannya denagan peningkatan
dan pemeliharaan kesehatan.
f.
Pengorganisir pelayanan kesehatan (organisator)
Perawat kesehatan masyarakat dapat berperan dalam
memberikan motivasi dalam rangka meningkatkan keikutsertaan masyarakat
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam setiap upaya pelayanan
kesehatan yang dilaksanakan oleh masyarakat misalnya kegiatan posyand, dana
sehat, mulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap penilaian.
g.
Sebagai panutan atau role model
Perawat kesehatan masyarakat harus dapat memberikan
contoh yang baik dalam bidang kesehatan pada individu, keluarga dan kelompok.
h.
Sebagai tempat bertanya(fasilitator)
Perawat kesehatan masyarakat dapat dijadiakan tempat
bertanya individu, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk memecahkan berbagai
masalah kesehatan dan keperawatan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.
i.
Sebagai pengelola
Perawat kesehatan masyarakat diharapkan dapat
mengelola berbagai kegiatan pelayanan kesehatan puskesmas damn masyarakat
sesuai dengan beban tugas dan tanggung jawab yang diembankan kepadanya.
5. Strategi dalam Kesehatan Komunitas
Strategi yang
digunakan dalam perawatan komunitas untuk meningkatkan derajat kesehatan dalam
masyarakat yaitu menggunakan prinsip H.L blum yang menyatakan bahwa derajat kesehatan
dipengaruhi oleh empat faktor yaitu:
a.
Linkungan
Lingkungan merupakan faktor dominan mempengaruhi
kesehatan masyarakat, karenqa dilingkunganlah manusia mengadakan interaksi dan
interalasidalam proses kehidupannya, baik lingkungan fisik, psikologis,
sosial-budaya, ekonomi.
b.
Perilaku
Perilaku masyarakat dapat dipengaruhi oleh berbagai
macam diantaranya yaitu: kebiasaan norma dan adat istiadat di masyarakat.
c.
Pelayanan Kesehatan
Untuk pelayanan kesehatan, hendaknya fasilitas
kesehatan terjangkau oleh masyarakat.
d.
Kependudukan atau keturunan
Faktor keturunan adalah yang dibawa oleh keluarga
yang diturunkan sejak lahir hal ini juga sangat mempengaruhi status derajat
kesehatan di masyarakat.
B. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS
Menurut WHO 1974 perawatan kesehtan masyarakat
adalah selain mencakup perawatan kesehatan keluarga juga meliputi atau
memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat luas, membantu masyarakat
mengidentifikasi maslah kesehatan sendiri serta memecahkan masalah kesehatan tersebut
sesuai dengan kemampuan yang ada pada mereka atau meminta bantuan kepada orang
lain.
Menurut B.freeman (1981) keperawatan kesehatan
masyarakat adalah kesatuan yang unit praktek keperawatan dan kesehatan
masyarakat yang ditujukan kepada pengembangan dan peningkatan kemampuan
kesehatan baik sendiri sebagai perorangan maupun secara kolektif sebagai
keluarga, kelompok khusus atau masyarakat, pelayanan ini mencakup spektrum
kesehatan masyarakat.
Pelaksanaan perawatan kesehatan masyarakat menurut
Effendy (1998) dilakukan melaui beberapa tahapan yang tercakup dalam proses
keperawatan dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah (problem solving approach) yang dinamis
dalam memperbaiki dan memelihara kesehatan individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat.
Dalam melaksanakan asuhan keperawatan kesehatan
masyarakat, metode yang digunakan adalah proses keperawatan sebagai suatu
pendekatan ilmiah didalam bidang keperawatan, melalui tahap-tahap sebagai
berikut:
a. Pengkajian
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan perawat
kesehatan masyarakat dalam mengkaji masalah kesehatan baik di tingkat individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat adalah:
1)
Pengumpulan Data
Kegiatan
ini dilakukan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang di hadapi individu,
keluarga, kelompok khusus dan masyarakat melalui wawancar, observasi, studi
dokumentasi dengan menggunakan instrumen pengumpula data dalam menghimpun informasi.
Pengkajian yang diperlukan adalah inti komunitas
beserta faktor lingkungannya. Elemen pengkajian komunitas menurut Anderson dan
MC.Forlane (1958) terdiri dari inti
komunitas, yaitu meliputi demografi; populasi; nilai-nilai keyakinan dan
riwayat induvidu termasuk riwayat kesehatan. Sedangkan faktor lingkungan adlah
lingkungan fisik, pendidikan, keamanan dan transportasi, politik dan
pemerintahan, pelayanan kesehatan dan sosial, komunikasi, ekonomi dan rekreasi.
Hal diatas perlu dikaji untuk menetapkan tindakan
yang sesuai dan efektif dalam langkah-langkah selanjutnya.
Data yang harus dikaji dari komunitas, mencakup :
a.
Penduduk sebagai struktur inti, yang dikaji adalah :
·
Konsep diri
·
Wilayah kesehatan yang ada
·
Statistik (distribusi usia, jenis kelamin, tingkat
pendidikan, mortalitas morbiditas, komposisi pekerjaan, dan tingkat penghasilan)
·
Budaya masyarakat sekitas
·
Duungan profesi atau masyarakat
b.
Lingkungan fisik, yang dikaji adalah :
·
Indentifikasi geopolitik
·
Bunyi, bising, bau, debu, dll yang terkait dengan
pencemaran
·
Fasilitas pelayanan kesehatan sosial
c.
Ekonomi, yang dikaji adalah :
·
Komposisi pekerjaan
·
Jumlah pengangguran
·
Sejauh mana ekonomi mempengaruhi kesehatan kelompok
·
Bagaimana prosentase anggota masyarakat yang hidup
digaris kemiskinan
d.
Keamanan dan transportasi yang dikaji adalah :
·
Jenis kriminalitas yang ada
·
Jenis pelayanan keamanan yang ada
·
Jenis transportasi yang digunakan masyarakat
e.
Politik dan pemerintahan, yang dikaji adalah :
·
Adakah struktur organisasi masyarakat
·
Apakah masyarakat mempunyai badan perkumpulan yang
normal
·
Keyakinan kelompok atau masyarakat tentang politik
f.
Pelayanan kesehatan dan sosial, yang dikaji adalah :
·
Jenis pelayanan yang ada
·
Sumber-sumber yang dapat digunakan
·
Karakteristik peakai
·
Statistik kunjungan
·
Apakah pelayanan yang ada dapat diterima secara
adekuat
g.
Komunikasi, yang dikaji adalah :
·
Bagaimana informasi dikomunikasikan
·
Pakah tersedia papan pengumuman
·
Apakah jenis area pertemuan kelompok
h.
Pendidikan, yang dikaji adalah :
·
Prosentase kelompok atau masyarakat yang buta huruf
·
Apakah kelompok memerlukan pengetahuan khusus
·
Apakah tersedia sumber pendidikan khusus
2)
Analisa Data
Analisa data dilaksanakan berdasarkan data yang
telah diperoleh dan disusun dalam suatu format yang sistematis. Dalam
menganalisa data memerlukan pemikiran yang kritis.
Data yang terkumpul kemudian dianalisa seberapa
besar faktor stressor yang mengancam dan seberapa berat reaksi yang timbul di
komunitas. Selanjutnya dirumuskan masalah atau diagnosa keperawatan. Menurut
Mueke (1987) masalah tersebut terdiri dari :
a.
Masalah sehat sakit
b.
Karakteristik populasi
c.
Karakteristik lingkungan
3)
Perumusan Masalah dan Diagnosa Keperawatan/
Kesehatan
Kegiatan ini dilakukan diberbagai tingkat sesuai
dengan urutan prioritasnya. Diagnosa keperawatan yang dirumuskan dapat aktual,
ancaman resiko atau wellness.
Dasar penentuan masalah keperawatan kesehatan
masyarakat antara lain :
a.
Masalah yang ditetapkan dari data umum
b.
Masalah yang dianalisa dari hasil kesenjangan
pelayanan kesehatan
Menetapkan skala
prioritas dilakukan untuk menentukan tindakan yang lebih dahulu ditanggulangi
karena dianggap dapat mengancam kehidupan masyarakat secara keseluruhan dengan
mempertimbangkan :
a.
Masalah spesifik yang mempengaruhi kesehatan
masyarakat
b.
Kebijaksanaan nasional dan wilayah setempat
c.
Kemampuan dan sumber daya masyarakat
d.
Keterlibatan, partisipasi dan peran serta masyarakat
Kriteria skala
prioritas :
a.
Perhatian masyarakat, meliputi pengetahuan, sikap,
keterlibatan emosi masyarakat terhadap masalah kesehatan yang dihadapi dan
urgensinya untuk segera ditanggulanginya
b.
Prevalensi menunjukkan jumlah kasus yang ditemukan
pada suatu kurun waktu tertentu
c.
Besarnya masalah adalah seberapa jauh masalah
tersebut dapat menimbulkan gangguan terhadap kesehatan masyarakat
d.
Kemungkinan masalah untuk dapat dikelola dengan
mempertimbangkan berbagai alternatif dalam cara-cara pengelolaan masalah yang
menyangkut biaya, sumber daya. Sarana yang tersedia dan kesulitan yang mungkin
timbu. (Effendi Nasrul, 1995)
b. Perencanaan
Perencanaan
diawali dengan prioritas masalah, perumusan tujuan jangka panjang, perumusan
masalah jangka pendek, mnetapkan rencana intervensi dan merumuskan rencana
evaluasi dalam merumuskan rencana keperawatan, beberapa hal yang harus
dilaksanakan adalah :
1.
Merumuskan Tujuan
Tujuan
terdiri dari 2 yaitu tujuan jangka panjang dan jangka pendek
Tujuan jangka panjag adalah target akhir dari
kegiatan atau hasil akhir yang diharapkan dari rangkaian proses pemecahan suatu
masalah keperawatan. Biasanya berorientasi pada perubahan perilaku.
Tujuan jangka pendek adalah hasil yag diharapkn dari
setiap akhir kegiatan yang dilakukan pada waktu tertentu. Tujuan jangka pendek
merupakan tujuan antara untuk mencapai tujuan jangka panjang
Pedoman menetapkan tujuan jangka panjang dan jangka
pendek dirumuskan terfokus pada klien. Tujuan jangka panjang berorientasi pada
penyelesaian satu diagnosa keperawatan. Tujuan jangka pendek disesuaikan dengan
penjabaran tujuan jangka panjang. Tujuan jangka panjang terdiri dari indikator
performance yang luas spesifik mengembangkan tujuan didasarkan pada prinsip
ilmiah dan praktek.
2.
Menetpkan rencana intervensi
·
Apa yang akan dilakukan
·
Kapan akan dilakukan
·
Bagaimana akan melakukan
·
Siapa yang akan melakukan
·
Berapa banyak yang akan dilakukan
·
Memperhatikan
·
Program/ orgnisasi yang ada
·
Situasi
·
Sumber daya
·
Program yang lalu
·
Menetapkan aktivitas untuk setiap tujuan
·
Merumuskan rencana evaluasi kedalam kriteria dan
standard
·
Standar adalah tolok ukur dari kegiatan tertentu
·
Standard adalah tingkat penampilan sesaui dengan
tolok uur yang ada
c. Pelaksanaan
Pada tahap ini rencana yang telah
disusun dilaksanakan dengan melibatkan individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat sepenuhnya dalam mengatasi masalah kesehatan dan keperawatan yang
dihadapi. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan kegiatan
perawatan kesehatan masyarakat adalah :
a)
Melaksanakan kerjasama lintas program dan lintas
sektroral dengan instansi terkait
b)
Mengikutsertakan partisipasi aktif individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatannya
c)
Memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di
masyarakat
Level pencegahan dalam pelaksanaan prkatik
keperawatan komunitas terdiri atas :
1)
Pencegahan primer
Pencegahan
yang terjadi sebelum sakit atau ketidak fungsinya dan diaplikasikannya kedalam
populasi sehat pada umumnya dan perlindungan khusus terhadap penyakit
2)
Pencegahan sekunder
Pencegahan
sekunder menekankan diagnosa diri dan intervensi yang tepat untuk menghambat
proses patologis, sehingga memperpendek waktu sakit dan tingkat keparahan
3)
Pencegahan tersier
Pencegahan
tersier dimulai pada saat cacat atau terjadi ketidakmampuan sambil stabilatau
menetap atau tidak dapat diperbaiki sama sekali. Rehabilitasi sebagai pencegahan
primer lebih dari uapaya menghambat proses penyakit sendiri, yaitu
mengembalikan individu kepada tingkat berfungsi yang optimal dari
ketidakmampuannya
d. Penilaian/ Evaluasi
Evaluasi dilakukan atas respon komunitas terhadap
program kesehatan. Hal-hal yang perlu dievaluasi adalah masukan (input),
pelaksanaan (proses) dan hasil akhir (output)
Penilaian yang dilakukan berkaitan dengan tujuan
yang akan dicapai, sesai dengan perencanaan yang telah disusun semula. Ada 4
dimensi yang harus dipertimbangkan dalam melaksanakan penilaian, yaitu :
a)
Daya guna
b)
Hasil guna
c)
Kelayakan
d)
Kecukupan
Fokus evaluasi adalah :
a)
Relevansi atau hubungan antara kenyataan yang ada
dengan pelaksanaan
b)
Perkembangan atau kemajuan proses
c)
Efisiensi biaya
d)
Efektifitas kerja
e)
Dampak
Kegiatan evaluasi yang
dilakukan :
a)
Untuk mengukur keberhasilan
b)
Selama evaluasi, perawat mengumpulkan data dan
menganalisanya, apakah terjadi perubahan kondisi atau tidak
c)
Merupakan respon masyarakat terhadap program
kesehatan
Hal-hal yang perlu dievaluasi
a)
Relevansi program dengan kebutuhan masyarakat
b)
Rencana yang dibuat
c)
Efisiensi biaya
d)
Efektifitas program
e)
Dampak aktivitas program untuk jangka panjang
Jenis-jenis evaluasi
a)
Evaluasi Promotif
-
Menilai aktivitas program setiap hari
-
Sifatnya sesaat
b)
Evaluasi sumatif
-
Menilai aktivitas jangka panjang
-
Dilakukan diakhir program
Tujuan akhir
perawatan komunitas adalah kemandirian keluarga yang terkait dengan lima tugas
kesehatan, yaitu : mengenal masalah kesehatan, mengambil keputusan tindakan
kesehatan, merawat anggota keluarga, menciptakan lingkungan yang dapat
mendukung upaya peningkatan kesehatan keluarga serta memanfaatkan fasilitas
pelayanan kesehatan yang tersedia, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah
pemecahan masalah keperawatan yaitu melalui proses keperawatan.
C. KONSEP DASAR PENYAKIT
1. Infeksi Saluran
Pernafasan Atas
a. Pengertian
Infeksi Saluran Pernafasan
Atas ( ISPA ) adalah infeksi saluran pernapasan yang berlangsung sampai 14
hari. Yang dimaksud saluran pernafasan adalah organ mulai dari hidung sampai
gelembung paru,beserta organ-organ disekitarna seperti : sinus,ruang telinga
tengah dan selaput paru. (
Setiowulan, 2001 )
Infeksi Saluran Pernafasan
Atas ( ISPA ) adalah penyakit yang menyerang sebagian saluran pernafasan dari
hidung sampai alveolus. ( Rudolph, 2006 )
b. Faktor yang mempengaruhi ISPA
1.
Keadaan gizi kurang
2.
Lingkungan yang tidak sehat
3.
Tertular dari orang lain
4.
Perilaku tidak sehat
Depkes
RI, Pedoman Pemberantasan Penyakit ISPA, 2001
c. Tanda dan gejala ispa
1. Demam,
pada neonatus mungkin jarang terjadi tetapi gejala demam muncul jika anak sudah
mencaapai usia 6 bulan sampai dengan 3 tahun. Seringkali demam muncul sebagai
tanda pertama terjadinya infeksi. Suhu tubuh bisa mencapai 39,5OC-40,5OC.
2. Meningismus,
adalah tanda meningeal tanpa adanya infeksi pada meningens, biasanya terjadi
selama periodik bayi mengalami panas, gejalanya adalah nyeri kepala, kaku dan
nyeri pada punggung serta kuduk, terdapatnya tanda kernig dan brudzinski.
3. Anorexia,
biasa terjadi pada semua bayi yang mengalami sakit. Bayi akan menjadi susah
minum dan bhkan tidak mau minum.
4. Vomiting,
biasanya muncul dalam periode sesaat tetapi juga bisa selama bayi tersebut
mengalami sakit.
5. Diare
(mild transient diare), seringkali terjadi
mengiringi infeksi saluran pernafasan akibat infeksi virus.
6. Abdominal
pain,
nyeri pada abdomen mungkin disebabkan karena adanya lymphadenitis
mesenteric.
7. Sumbatan
pada jalan nafas/ Nasal, pada saluran nafas
yang sempit akan lebih mudah tersumbat oleh karena banyaknya sekret.
8. Batuk,
merupakan tanda umum dari tejadinya infeksi saluran pernafasan, mungkin tanda
ini merupakan tanda akut dari terjadinya infeksi saluran pernafasan.
9. Suara
nafas, biasa terdapat wheezing, stridor,
crackless, dan tidak terdapatnya suara pernafasan
(Whaley and Wong; 1991; 1419).
d. Cara penularan
1.
Air ludah
2.
Bersin
3.
Udara pernafasan yang mengandung kuman yang terhirup
oleh orang sehat kesaluran pernafasan
e. Komplikasi ispa
1)
Infeksi telinga
2)
Radang bronkus
3)
Radang paru
4)
Infeksi selaput otak ( meningitis )
2. HIPERTENSI
Menurut WHO, batas tekanan darah yang masih dianggap normal adalah 140/90 mmHg dan tekanan darah sama atau diatas 160/95 mmHg dinyatakan sebagai hipertensi (Soeparman, 1999) Kenaikan tekanan darah batas atasnya ≥ 140 mmHg dan tekanan darah batas bawahnya ≥ 90 mmHg. Jika tekanan darah anda adalah 160/95, maka: batas atasnya: 160 mmHg batas bawahnya: 95 mmHg
a. Klasifikasi Hipertensi
Secara klinis derajat hipertensi dapat dikelompokkan sesuai
dengan rekomendasi dari “The Sixth Report of The Join National Committee,
Prevention, Detection and Treatment of High Blood Pressure “ (JNC – VI, 1997) sebagai
berikut :
|
No
|
Kategori
|
Sistolik(mmHg)
|
Diastolik(mmHg)
|
|
1.
|
Optimal
|
<120
|
<80
|
|
2.
|
Normal
|
120 –
129
|
80 – 84
|
|
3.
|
High
Normal
|
130 –
139
|
85 – 89
|
|
4.
|
Hipertensi
|
||
|
Grade 1
(ringan)
|
140 –
159
|
90 – 99
|
|
|
Grade 2
(sedang)
|
160 –
179
|
100 –
109
|
|
|
Grade 3
(berat)
|
180 –
209
|
100 –
119
|
|
|
Grade 4
(sangat berat)
|
>210
|
>120
|
b. Penyebab Hipertensi
Penyebab Hipertensi antara lain : ( Lany Gunawan, 2001 )
a.
Asupan garam yang tinggi
b.
Stress psikologis
c.
Faktor genetic (keturunan)
d.
Kurang olah raga
e. Kebiasaan hidup yang tidak baik seperti merokok dan
alkohol
f. Penyempitan pembuluh darah oleh lemak/kolesterol tinggi
c. Tanda Dan Gejala
Menurut Rokhaeni ( 2001 ),
tanda dan gejala beberapa pasien yang
menderita hipertensi yaitu :
a.
Mengeluh sakit kepala, pusing
b.
Lemas, kelelahan
c.
Sesak nafas
d.
Gelisah
e.
Mual
f.
Muntah
g.
Epistaksis
h.
Kesadaran menurun
d. Komplikasi
1. Penyakit Jantung: Gagal Jantung
2. Penyakit Ginjal: Gagal Ginjal
3. Otak: Serangan Stroke
3. REMATIK
a.
Pengertian
Artritis Reumatoid ( AR ) adalah kelainan inflamasi yang terutama mengenai membran sinovial dari persendian dan umumnya ditandai dengan dengan nyeri persendian, kaku sendi, penurunan mobilitas, dan keletihan ( Baughman, 2000 ).
Arhtritis reumatoid adalah suatu penyakit inflamasi kronik dengan manifestasi utama poliartritis progresif dan melibatkan seluruh organ tubuh. (Mansjour, 2001)
Reumatik dapat terjadi pada semua jenjang umur dari kanak-kanak sampai usia lanjut. Namun resiko akan meningkat dengan meningkatnya umur. (Felson dalam Budi Darmojo, 1999)
Artritis Reumatoid adalah penyakit autoimun sistemik kronis yang tidak diketahui penyebabnya dikarekteristikan dengan reaksi inflamasi dalam membrane sinovial yang mengarah pada destruksi kartilago sendi dan deformitas lebih lanjut. ( Susan Martin Tucker.1998 )
b.
Penyebab
Penyebab utama penyakit Reumatik masih belum diketahui secara pasti. Ada beberapa teori yang dikemukakan sebagai penyebab Artritis Reumatoid, yaitu (Smeltzer & Bare 2001) :
1.
Infeksi Streptokkus hemolitikus dan
Streptococcus non-hemolitikus.
2.
Endokrin
3.
Autoimmun
4.
Metabolik
5.
Faktor genetik serta pemicu
lingkungan
Pada saat ini Artritis rheumatoid diduga disebabkan oleh faktor autoimun dan infeksi. Autoimun ini bereaksi terhadap kolagen tipe II; faktor infeksi mungkin disebabkan oleh karena virus dan organisme mikroplasma atau grup difterioid yang menghasilkan antigen tipe II kolagen dari tulang rawan sendi penderita.
c.
Tanda-tanda rematik
-
Kaku pada persendian saat bangun tidur pada pagi hari
-
Persendian bengkak
-
Sendi terasa sakit
-
Cepat lelah
-
Nafsu makan menurun
-
Ganguan gerak
-
Kelemahan otot
d.
Bagian Tubuh Yang Sering
Terkena Rematik
-
Pergelangan tangan
-
Pergelangan siku
-
Pergelangan kaki
-
Persendiaan tangan dan kaki
e.
Cara Penanganan
-
Istirahat yang cukup
-
Olahraga teratur dan tidak berlebihan
-
Jangan mandi terlalu malam
-
Diit seimbang
-
Minum air putih minimal 8 gelas sehari
-
Kompres dengan air hangat
-
Ketika nyeri/ ngilu saat dirumah sedia obat-obatan penghangat
f.
Makanan Yang Dapat
Dikonsumsi
-
Ikan laut
-
Sayuran hijau dan kuning
-
Buah-Buahan
Best bets for today's and tomorrow's sports toto
BalasHapusToday's free football betting tips for the best Premier League betting odds from Sporting Index and Sporting Index.Mon, Dec 13Roma - SpeziaTue, Dec 14Cadiz v GranadaTue, Dec 14Stuttgart v Bayern 토토 사이트 추천 Munich