Selasa, 26 November 2013

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA Tn. S DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL : MENARIK DIRI DI RUANG KRESNA RSJD DR AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG OLEH Dr. TIYA MARIYANA S.Kep, M.Kep



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Manusia adalah makhluk sosial dimana setiap individu mempunyai potensi untuk terlibat dalam hubungan sosial pada berbagai tingkat hubungan, yaitu dari hubungan intim biasa sampai hubungan saling ketergantungan. Keintiman dan saling  ketergantungan dalam menghadapi dan mengatasi berbagai kebutuhan setiap hari. Individu tidak akan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa adanya hubungan dengan lingkungan sosial. Oleh karena itu individu perlu membina hubungan interpersonal yang memuaskan. (Purwanto dan Riyadi, 2009:154 dikutip dari Stuart dan Sundeen 1995)
Respon perilaku individu terhadap stresor bervariasi sesuai dengan kondisi masing-masing. Salah satu respons perilaku yag muncul jika terjadi kegagalan dalam memberikan koping yang sesuai dengan tekanan yang dialami dalam jangka panjang dapat mengakibatkan adanya masalah isolasi sosial yang merupakan salah satu gejala negatif pasien psikotik. (Baca : Dr. Budi Anna Keliat, 2012)
Isolasi sosial merupakan salah satu gangguan jiwa. Gangguan jiwa sendiri memiliki pengertian sindrom atau pola perilaku yang secara klinis bermakna yang berkaitan langsung dengan distress atau penderitaan dan menimbulkan hendaya (disabilitas) pada satu atau lebih fungsi kehidupan manusia. Fungsi jiwa yang terganggu meliputi fungsi biologis, psikologis, sosial, dan spiritual. Secara umun gangguan fungsi jiwa yang dialami seorang individu dapat terlihat dari penampilan, komunikasi, proses berfikir, interaksi dan aktivitasnya sehari-hari. (Baca : Dr. Budi Anna Keliat, 2012)
Di Jawa Tengah saat ini terdapat 30.000 orang yang mengidap gangguan jiwa. Dari jumlah tersebut, hanya 20.000 orang yang mendapat perawatan intensif di rumah sakit jiwa.
Menurut data rekam medik tahun 2010,  RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang persentase penderita gangguan jiwa pada tahun 2009 adalah untuk pasien rawat inap untuk laki-laki 65,3% dan untuk perempuannya 34,7%. Sedangkan pada bulan Januari sampai Agustus 2010; sebanyak 2294 orang, halusinasi 1162 orang (50,65 %), menarik diri 462 orang (20,13 %), waham 130 orang (5,66 %), harga diri rendah 374 orang (16,30 %), perilaku kekerasan 128 orang (5,58 %), kerusakan komunikasi verbal 16 orang (0,70 %), defisit perawatan diri 21 orang (0,91 %),percobaan bunuh diri 1 orang (0,04 %). (Sumber : Rekam medik RSJ Daerah Dr. amino Gondohutomo Semarang)
Berdasarkan data tersebut diatas dimana dinyatakan bahwa isolasi sosial mengalami peningkatan tiap tahunnya dan menempati urutan kedua masalah kesehatan jiwa setelah Halusinasi maka penulis tertarik untuk mengangkat judul “ Asuhan keperawatan pada Tn ” S ” dengan masalah utama Isolasi Sosial : Menarik Diri di Dr  RSJD AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG”.
Oleh karena itu peran serta perawat psikiatri dalam memberikan asuhan keperawatan dituntut untuk dapat menciptakan suasana yang dapat membantu proses penyembuhan dengan menggunakan hubungan terapeutik melalui usaha pendidikan kesehatan dan tindakan keperawatan yang dapat membantu proses penyembuhan dengan menggunakan hubungan terapeutik melalui usaha pendidikan kesehatan dan tindakan keperawatan secara komprehensif yang diajukan secara berkesinambungan karena penderita isolasi sosial dapat menjadi berat dan lebih sukar dalam penyembuhan bila tidak mendapatkan perawatan secara intensif

1.         Tujuan umum
Untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang pelaksanaan asuhan keperawatan dan komunikasi terapeutik pada klien dengan masalah utama Isolasi Sosial : Menarik Diri, melalui pendekatan proses  keperawatan.
2.         Tujuan Khusus
a.        Untuk memperoleh pengalaman nyata dalam melakukan pengkajian pada klien dengan masalah gangguan keperawatan jiwa.
b.     Untuk memperoleh pengalaman nyata dalam membuat diagnosa keperawatan dan penetapan rencana asuhan keperawatan pada klien dengan masalah gangguan keperawatan jiwa.
c.   Untuk memperoleh pengalaman nyata dalam melakukan tindakan keperawatan pada klien dengan masalah gangguan keperawatan jiwa..
d.   Untuk memperoleh pengalaman nyata dalam mengevaluasi hasil tindakan keperawatan pada klien dengan masalah utama Isolasi Sosial : Menarik Diri.
e.    Untuk memperoleh pengalaman nyata dalam menerapkan konsep komunikasi pada klien dengan masalah utama Isolasi Sosial : Menarik Diri.
f.   Untuk memperoleh pengalaman nyata dalam pendokumentasian asuhan keperawatan klien dengan gangguan keperawatan jiwa.
g.      Dapat membandingkan kesenjangan antara teori dengan kenyataan yang penulis dapatkan.
Adapun manfaat dari penulisan ini adalah sebagai berikut :
1.         Institusi pendidikan keperawatan
Sebagai sumber informasi dan bahan bacaan pada kepustakaan institusi dalam meningkatkan mutu pendidikan pada masa yang akan datang di bidang keperawatan.

2.         Institusi pelayanan kesehatan
Sebagai masukan bagi perawat pelaksana di Unit Pelayanan Keperawatan Jiwa dalam rangka mengambil kebijakan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya pada klien yang mengalami perubahan proses pikir : Isolasi Sosial : Menarik Diri.
3.         Penulis
Sebagai tambahan pengalaman dan pengetahuan bagi penulis dalam penerapan ilmu yang telah didapatkan selama pendidikan.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar